Kodam Jaya Bisa Jadi Contoh dalam Pengelolaan Limbah Elektronik, Kata DLH DKI Pramono Anung Tegaskan Lanjutkan Janji Kampanye soal Pemasangan CCTV di DKI Mencegah Sengketa, Menteri ATR Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf di Banten Anthony Joshua Bidik Kembali ke Ring pada Juli Usai Kecelakaan Fatal Anggota DPR: Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas SDM Banjir di Grobogan dan Demak Terus Berlanjut Nyaris Seminggu, BNPB Lakukan Penanganan Intensif

Warta Bumi

Kodam Jaya Bisa Jadi Contoh dalam Pengelolaan Limbah Elektronik, Kata DLH DKI

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kodam Jaya Diapresiasi sebagai Model Pengumpulan Limbah Elektronik

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menilai bahwa upaya pengumpulan limbah elektronik yang dilakukan oleh Kodam Jaya memiliki potensi untuk dijadikan contoh bagi pengelolaan sampah elektronik yang lebih luas. DLH menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur dan masif dalam menangani limbah jenis ini agar dampak lingkungan dapat dikurangi secara signifikan.

Mengapa Pendekatan Terstruktur dan Masif Penting

Menurut DLH, pengelolaan limbah elektronik menuntut langkah yang terorganisir. Pengumpulan yang terstruktur memastikan bahan berbahaya dari perangkat elektronik dapat dipisahkan sejak awal sehingga mengurangi risiko kontaminasi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sementara itu, pengumpulan secara masif memungkinkan skala penanganan yang lebih efektif, baik untuk proses daur ulang maupun pemrosesan akhir yang sesuai peraturan.

Potensi Replikasi di Wilayah Lain

Apresiasi terhadap kegiatan Kodam Jaya membuka peluang bagi pihak-pihak terkait untuk mempelajari praktik yang telah dijalankan. Model pengumpulan yang berhasil dapat memberikan pelajaran tentang mekanisme koordinasi, logistik, serta keterlibatan pemangku kepentingan — termasuk pemerintah daerah, lembaga swasta, dan masyarakat — dalam rangka membangun sistem pengelolaan limbah elektronik yang lebih baik.

Aspek yang Perlu Diperhatikan

Dalam menerapkan pendekatan serupa, sejumlah aspek penting perlu diperhatikan untuk menjamin keberlanjutan dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan. Hal-hal tersebut meliputi penanganan awal terhadap bahan berbahaya, fasilitas pemrosesan yang memenuhi standar, serta transparansi dalam alur pengumpulan dan pengolahan. Keberhasilan juga bergantung pada partisipasi publik dan sosialisasi agar warga mengetahui cara membuang perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai dengan benar.

Peran Berbagai Pihak

DLH menyoroti bahwa pengelolaan limbah elektronik tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara otoritas daerah, institusi yang melakukan pengumpulan, pelaku pengolahan limbah, serta komunitas masyarakat. Dengan koordinasi yang rapi dan komitmen bersama, praktik pengumpulan yang baik dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan kondisi setempat.

Kesimpulan: Pengumpulan limbah elektronik oleh Kodam Jaya mendapat perhatian dari DLH DKI Jakarta karena pendekatan yang terstruktur dan masif dapat mengurangi risiko lingkungan dan memberi contoh bagi upaya serupa. Menerapkan model ini di tempat lain memerlukan perencanaan, fasilitas yang sesuai, serta keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan limbah elektronik berjalan efektif dan berkelanjutan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Kaji Kolaborasi Kampus–Industri untuk Riset Sawit Berkelanjutan

19 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajukan Tambahan Anggaran untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra

18 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Jakarta Utara Bertekad Menjadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah

17 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Ditpolairud Polda Banten Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Anyer Dukung Kampanye “Indonesia Asri”

16 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

169 KK Korban Banjir di Nagan Raya Terima Biaya Rehabilitasi Rumah Rp3,73 Miliar

15 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi