Kodam Jaya Diapresiasi sebagai Model Pengumpulan Limbah Elektronik
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menilai bahwa upaya pengumpulan limbah elektronik yang dilakukan oleh Kodam Jaya memiliki potensi untuk dijadikan contoh bagi pengelolaan sampah elektronik yang lebih luas. DLH menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur dan masif dalam menangani limbah jenis ini agar dampak lingkungan dapat dikurangi secara signifikan.
Mengapa Pendekatan Terstruktur dan Masif Penting
Menurut DLH, pengelolaan limbah elektronik menuntut langkah yang terorganisir. Pengumpulan yang terstruktur memastikan bahan berbahaya dari perangkat elektronik dapat dipisahkan sejak awal sehingga mengurangi risiko kontaminasi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sementara itu, pengumpulan secara masif memungkinkan skala penanganan yang lebih efektif, baik untuk proses daur ulang maupun pemrosesan akhir yang sesuai peraturan.
Potensi Replikasi di Wilayah Lain
Apresiasi terhadap kegiatan Kodam Jaya membuka peluang bagi pihak-pihak terkait untuk mempelajari praktik yang telah dijalankan. Model pengumpulan yang berhasil dapat memberikan pelajaran tentang mekanisme koordinasi, logistik, serta keterlibatan pemangku kepentingan — termasuk pemerintah daerah, lembaga swasta, dan masyarakat — dalam rangka membangun sistem pengelolaan limbah elektronik yang lebih baik.
Aspek yang Perlu Diperhatikan
Dalam menerapkan pendekatan serupa, sejumlah aspek penting perlu diperhatikan untuk menjamin keberlanjutan dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan. Hal-hal tersebut meliputi penanganan awal terhadap bahan berbahaya, fasilitas pemrosesan yang memenuhi standar, serta transparansi dalam alur pengumpulan dan pengolahan. Keberhasilan juga bergantung pada partisipasi publik dan sosialisasi agar warga mengetahui cara membuang perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai dengan benar.
Peran Berbagai Pihak
DLH menyoroti bahwa pengelolaan limbah elektronik tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara otoritas daerah, institusi yang melakukan pengumpulan, pelaku pengolahan limbah, serta komunitas masyarakat. Dengan koordinasi yang rapi dan komitmen bersama, praktik pengumpulan yang baik dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan kondisi setempat.
Kesimpulan: Pengumpulan limbah elektronik oleh Kodam Jaya mendapat perhatian dari DLH DKI Jakarta karena pendekatan yang terstruktur dan masif dapat mengurangi risiko lingkungan dan memberi contoh bagi upaya serupa. Menerapkan model ini di tempat lain memerlukan perencanaan, fasilitas yang sesuai, serta keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan limbah elektronik berjalan efektif dan berkelanjutan.
Foto: ANTARA News






