Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berhasil mengakhiri persoalan dualisme kepengurusan pada cabang olahraga sepak takraw. Penyelesaian ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan prestasi olahraga tersebut di tingkat nasional maupun internasional.
Dualisme kepengurusan yang terjadi sebelumnya menyebabkan ketidakpastian dalam pengelolaan sepak takraw, yang berdampak pada persiapan atlet dan pelaksanaan kompetisi. Dengan adanya kesepakatan antara KONI dan KOI, diharapkan administrasi serta koordinasi antar stakeholder terkait dapat berjalan lebih efektif.
Langkah ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di dunia olahraga Indonesia, yang menilai penyatuan kepengurusan merupakan kebutuhan utama guna mengoptimalkan potensi cabang olahraga sepak takraw dalam menyongsong berbagai kejuaraan mendatang. Harmonisasi kepengurusan diyakini mampu mendukung program pembinaan atlet serta penyelenggaraan kejuaraan yang lebih profesional.
Penyelesaian dualisme ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara KONI dan KOI dalam membangun olahraga Indonesia yang lebih baik dan berdaya saing. Dalam waktu dekat, berbagai agenda sepak takraw akan disiapkan dengan tata kelola yang lebih terstruktur sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi para atlet dan penggemar olahraga ini.
Gambar: Ilustrasi seleksi nasional sepak takraw pada Piala Kemenpora menunjukkan semangat dan optimisme pengembangan olahraga sepak takraw di Indonesia.
Foto: ANTARA News






