AS, Rusia, dan Ukraina Kembali Duduk di Meja Perundingan Polda Metro Jaya Sediakan Layanan Samsat Keliling untuk Warga Jadetabek Bogor Tertibkan 63 Billboard Sepanjang 2025, Kota Dinilai ‘Bebas Sampah Visual’ Iran Nyatakan Siap Mengurangi Pengayaan Uranium Secara Bersyarat Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur

Ekonomi

Lobster di Keramba: Nilai Ekonomi dan Makna Sosial di Pesisir Lombok–Sumbawa

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Di sepanjang pesisir selatan Lombok hingga teluk-teluk tenang di Sumbawa, lobster tampil bukan hanya sebagai komoditas perikanan. Di banyak titik pantai, hewan laut ini menjadi bagian penting dari siklus ekonomi dan kehidupan masyarakat pesisir.

Budidaya di keramba dan nilai yang dihasilkan

Praktik penangkapan dan pembesaran lobster dalam keramba telah menyebar di sejumlah lokasi pantai, menghadirkan alternatif bagi mata pencaharian warga lokal. Keramba memberikan wadah bagi pemeliharaan lobster hingga mencapai ukuran yang diinginkan pasar, sehingga aktivitas ini kerap dihubungkan dengan peningkatan pendapatan keluarga nelayan.

Ketergantungan pada lobster bukan sekadar soal satu jenis usaha; ia membuka akses ke rantai nilai yang lebih luas, mulai dari penangkapan, pemeliharaan, hingga distribusi. Ketika lobster siap dipanen, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan di tempat budidaya, tetapi juga ‘dipetik’ di wilayah lain yang menjadi tujuan pemasaran atau pengolahan.

Dampak sosial dan hubungan antarwilayah

Selain sebagai sumber penghasilan, lobster memiliki peran sosial dalam komunitas pesisir. Pendapatan dari budidaya dapat mendukung kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, dan perbaikan infrastruktur lokal. Interaksi dagang terkait lobster juga mendorong keterhubungan antarwilayah, karena produksi di satu pantai sering kali berujung pada transaksi di pelabuhan atau pasar di seberang pulau.

Pola ini menegaskan bagaimana nilai sebuah komoditas laut tidak berhenti pada lokasi penangkapan. Nilai ekonominya menyebar melalui jaringan pemasaran dan logistik, membawa manfaat yang terasa dalam skala lokal maupun lintas wilayah.

Pertimbangan keberlanjutan

Pengembangan budidaya lobster di keramba mendorong perhatian terhadap praktik pengelolaan yang bijak. Upaya menjaga stok, menjaga kualitas lingkungan perairan, serta menerapkan teknik budidaya yang baik menjadi elemen penting agar usaha ini tidak mengorbankan sumber daya jangka panjang. Pendekatan yang berkelanjutan membantu memastikan bahwa manfaat ekonomi tetap dapat dinikmati generasi mendatang tanpa menurunkan produktivitas ekosistem laut.

Pelaku usaha dan peluang pasar

Pelaku budidaya lobster meliputi nelayan kecil, pemilik keramba, hingga pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Keberadaan pasar lokal maupun permintaan di luar daerah memengaruhi keputusan budidaya dan waktu panen. Untuk memaksimalkan nilai yang diperoleh, koordinasi antara penghasil, pengumpul, dan pedagang menjadi penting agar kualitas terjaga dan harga dapat mencerminkan usaha yang dikeluarkan.

Sementara itu, komunitas pantai yang mengandalkan lobster perlu menimbang strategi agar manfaat ekonomi tersebar merata, serta mengurangi risiko ketergantungan pada satu komoditas saja. Diversifikasi usaha perikanan dan peningkatan kapasitas pengelolaan bisa membantu memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Kesimpulan

Lobster yang dibudidayakan di keramba di sepanjang pesisir Lombok hingga teluk-teluk di Sumbawa mencerminkan hubungan antara sumber daya laut dan kehidupan masyarakat pesisir. Nilai yang dihasilkan dari budidaya ini melampaui batas geografis tempat lobster diternakkan, memberi dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan lebih luas. Untuk mempertahankan manfaat tersebut, perhatian pada praktik budidaya yang bertanggung jawab dan pengelolaan yang inklusif menjadi hal krusial.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur

3 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

BPH Migas Dorong Penyusunan Peta Jalan FSRU untuk Perkuat Pasokan Gas di Jawa Timur

3 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

PNM Layani 22,9 Juta Nasabah di Lebih dari 60 Ribu Desa, Catatkan Jangkauan Luas

3 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

BPKN Pantau dan Siap Bantu Konsumen Menanggapi Rumor Penutupan Tokopedia

3 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

BPS: Inflasi Tahunan Januari 2026 Catatkan Level Tertinggi Sejak Mei 2023

2 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi