LDII Sumsel Luncurkan Program Pembersihan 326 Tempat Ibadah CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

Dunia

Macron Bantah Klaim Trump tentang Rencana Pertemuan G7 di Paris

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Paris, Prancis — Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang saat ini memegang keketuaan bergilir Kelompok Tujuh (G7), pada Selasa menolak klaim yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya rencana untuk menggelar pertemuan G7 di Paris.

Pernyataan Macron merupakan klarifikasi terhadap informasi yang beredar terkait lokasi dan rencana pertemuan kelompok negara-negara industri terkemuka itu. Sebagai pemegang keketuaan bergilir G7, Macron menegaskan posisi resmi Prancis melalui pernyataan yang disampaikan pada hari itu.

Informasi awal soal klaim mengenai pertemuan yang disebut-sebut akan berlangsung di Paris memicu perhatian publik dan media. Menyusul pernyataan tersebut, pihak Istana Kepresidenan Prancis kemudian memberikan penjelasan singkat untuk meluruskan kabar yang beredar.

Meskipun klaim tersebut sempat tersebar luas, penegasan dari pihak Prancis menunjukkan bahwa ada perbedaan pandangan antara apa yang disampaikan oleh pemimpin AS dan posisi resmi pemerintah Prancis mengenai rencana pertemuan G7. Pemerintah Prancis memilih untuk merespons dengan menyatakan bahwa klaim itu tidak akurat sesuai dengan penjelasan yang diberikan pada hari Selasa.

Kasus ini menyoroti pentingnya konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait sebelum informasi tentang pertemuan tingkat tinggi diumumkan atau dianggap final. Dalam situasi seperti ini, pernyataan dari negara tuan rumah atau mekanisme resmi G7 biasanya menjadi acuan untuk mengetahui status pertemuan dan rincian yang relevan.

Hingga pernyataan penolakan itu disampaikan, belum ada pengumuman rinci yang merinci waktu, tempat, atau agenda pertemuan yang diduga dimaksud dalam klaim awal. Pihak-pihak yang berkepentingan tampak memilih untuk menunggu kejelasan lebih lanjut dari saluran komunikasi resmi.

Perkembangan terkait klaim ini mendapat perhatian karena berkaitan dengan koordinasi antar negara anggota G7 dan bagaimana informasi mengenai pertemuan internasional disebarluaskan. Kejadian serupa menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menyebarkan berita sebelum adanya konfirmasi resmi.

Akun foto terkait laporan ini menunjukkan Presiden Macron dalam kapasitasnya sebagai pemegang keketuaan bergilir G7, yang menjadi latar bagi pernyataan penolakan atas klaim yang disebutkan.

Seluruh pihak terkait diharapkan akan memberikan informasi lebih lanjut melalui saluran resmi bila ada keputusan atau rencana konkret mengenai pertemuan tingkat tinggi tersebut. Sampai ada konfirmasi resmi, klaim awal yang menyebut Paris sebagai lokasi pertemuan tetap dibantah oleh pihak Prancis.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran

28 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

28 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

28 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025

28 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

28 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia