PDB AS Kuartal IV 2025 Tumbuh 1,4% Tahunan, Jauh di Bawah Estimasi Pemkot Jakarta Utara Awasi Restoran dan Tempat Hiburan yang Beroperasi Selama Ramadhan Ngabuburit dengan Buku: Perpustakaan Keliling Hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri Mazhab Syafi’i: Niat Puasa Wajib Diperbarui Setiap Malam, Penjelasan dari PBNU Akses Desa Sibio-Bio di Tapanuli Tengah Masih Terisolasi, Warga Bergotong-royong Menyeberangi Sungai KAI Sediakan 136.045 Tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang

Humaniora

Mazhab Syafi’i: Niat Puasa Wajib Diperbarui Setiap Malam, Penjelasan dari PBNU

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Niat Puasa Harus Diulang Setiap Malam menurut Mazhab Syafi’i

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, menegaskan bahwa dalam pandangan mazhab Syafi’i, niat untuk menjalankan puasa wajib perlu diperbarui setiap malam. Penjelasan ini diberikan untuk meluruskan pemahaman tentang tata cara niat yang berlaku bagi mereka yang mengikuti Imam Syafi’i.

Menurut penjelasan yang disampaikan, kewajiban pembaruan niat berakar pada kaidah fikih dalam mazhab tersebut. Dengan demikian, seseorang yang berpuasa wajib menurut Syafi’i diharapkan menguatkan niatnya setiap malam yang mendahului hari puasa yang akan dijalani, bukan sekadar sekali untuk beberapa hari atau seluruh periode puasa.

Penegasan ini dimaksudkan agar pelaksanaan ibadah puasa sejalan dengan ketentuan mazhab yang dianut serta sebagai bentuk kehati-hatian dalam memenuhi syarat sahnya puasa. Ustadz Alhafiz juga menyampaikan penjelasan tersebut dalam konteks pembinaan umat agar memahami perbedaan tata cara fiqh yang ada di kalangan mazhab.

Dalam penjelasannya, Ustadz Alhafiz mengajak umat untuk memperhatikan tata cara niat sesuai pandangan mazhab yang diikuti, serta menghormati perbedaan yang ada. Pendekatan semacam ini diharapkan dapat mencegah kebingungan dan menjaga praktik ibadah tetap sesuai kaidah keilmuan yang digunakan.

Perbedaan cara memahami dan melaksanakan niat puasa merupakan bagian dari ragam praktik dalam tradisi fikih Islam. Penjelasan PBNU melalui Lembaga Bahtsul Masail itu bertujuan memberi rujukan kepada masyarakat yang ingin menegaskan pelaksanaan puasa mereka menurut pandangan Syafi’i.

Meski demikian, Ustadz Alhafiz menekankan pentingnya niat sebagai unsur internalitas ibadah — yaitu sebuah tekad hati yang menjadi dasar sahnya amal ibadah. Penjelasan terkait teknis niat dalam mazhab Syafi’i diberikan dalam rangka memperjelas bentuk kepatuhan pada kaidah mazhab tanpa mengurangi aspek spiritual dan kekhusyukan pelaksanaan ibadah puasa.

Penjelasan ini relevan bagi komunitas Muslim yang mengikuti tradisi keagamaan dan berharap mendapatkan kepastian hukum praktik ibadah mereka. Dengan adanya pengarahan dari tokoh yang mewakili lembaga fikih, diharapkan masyarakat dapat melaksanakan puasa dengan lebih mantap dan sesuai pedoman yang mereka yakini.

Garis besar penjelasan yang disampaikan menempatkan niat bukan sebagai sekadar formalitas, melainkan sebagai elemen penting yang perlu diperbarui dan diresapkan secara sadar sebelum menjalankan puasa wajib menurut mazhab Syafi’i. Hal ini penting untuk memastikan bahwa puasa yang dijalankan memenuhi syarat-syarat fiqh yang ditetapkan.

Untuk masyarakat yang ingin memastikan praktik ibadah mereka sesuai ketentuan mazhab tertentu, salah satu langkah yang dianjurkan adalah merujuk pada ulama dan lembaga resmi yang berwenang dalam masalah fikih. Penjelasan-penjelasan seperti yang disampaikan Ustadz Alhafiz berfungsi sebagai panduan praktis bagi umat Muslim dalam menerapkan ajaran agama sehari-hari.

Catatan: Penjelasan ini bersumber dari pernyataan Ustadz Alhafiz Kurniawan dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU mengenai posisi mazhab Syafi’i tentang niat puasa wajib yang perlu diperbarui setiap malam.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ngabuburit dengan Buku: Perpustakaan Keliling Hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri

21 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Di Balik Sajadah: Mengungkap Bayang Kekerasan terhadap Santriwati

21 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Mapala UMI Berpartisipasi dalam Program Kemanusiaan di Tapanuli Selatan

20 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional

19 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Naluri Berdagang Bantu Pesmi Mengatasi Stres Pascabencana di Tanah Minangkabau

18 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora