Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengingatkan pentingnya penguatan ekosistem musik keroncong agar tetap berfungsi sebagai ruang silaturahmi, regenerasi, dan kelangsungan tradisi musik tersebut. Dorongan ini ditujukan untuk memperkuat peran keroncong tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai medium yang dapat menjaga hubungan antargenerasi pelaku dan penggemar musik.
Menurut Menbud, menjaga ekosistem keroncong berarti memberi ruang bagi interaksi sosial di antara musisi, pengamat, dan komunitas. Dalam konteks ini, ekosistem dimaknai sebagai jaringan aktor yang saling mendukung — dari pemain dan pengajar hingga penikmat dan penyelenggara kegiatan — sehingga transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ruang silaturahmi dan regenerasi
Keroncong memiliki tradisi panjang dan karakteristik khas yang membutuhkan perhatian agar tidak tergerus oleh dinamika budaya populer. Dengan memfungsikan ekosistem sebagai ruang silaturahmi, diharapkan ada kesinambungan hubungan antargenerasi: musisi senior dapat berbagi pengalaman dan teknik, sementara generasi muda diberi kesempatan belajar dan berkreasi dalam tradisi tersebut.
Regenerasi juga mencakup upaya memberikan kesempatan bagi musisi baru untuk bereksperimen sambil tetap menghormati akar-akar musikal keroncong. Pendekatan ini membantu menjaga relevansi keroncong dalam lanskap musik kontemporer tanpa menghilangkan identitasnya.
Peran komunitas dan penguatan kapasitas
Penguatan ekosistem keroncong memerlukan peran aktif berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, kelompok seni, institusi pendidikan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam pelestarian budaya. Kolaborasi antarpelaku dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jangkauan pengetahuan, dan menciptakan kegiatan yang mendorong partisipasi masyarakat luas.
Selain itu, ruang-ruang pertunjukan, forum diskusi, dan kegiatan pembelajaran menjadi bagian penting dari ekosistem. Dengan adanya wadah-wadah tersebut, proses pembelajaran informal maupun formal mengenai teknik, repertoar, dan sejarah keroncong dapat lebih konsisten dan terarah.
Kesinambungan budaya
Menjadikan keroncong sebagai ruang regenerasi berarti juga berupaya menjaga kesinambungan budaya. Hal ini mencakup pemeliharaan repertori tradisional serta pengembangan interpretasi baru yang tetap menghormati akar budaya. Pendekatan keseimbangan antara konservasi dan inovasi akan membantu keroncong bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Penguatan jaringan antarpelaku seni dan peningkatan akses bagi masyarakat untuk belajar dan menikmati keroncong turut menjadi faktor yang menentukan. Dengan jejaring yang solid, peluang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan musikal yang berkelanjutan menjadi lebih mungkin terlaksana.
Pandangan umum
Pernyataan mendorong penguatan ekosistem ini menegaskan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap aset-aset budaya. Keroncong, sebagai salah satu bentuk ekspresi musik tradisional, memerlukan dukungan agar fungsi sosial dan budayanya tetap hidup. Upaya bersama dari berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga agar keroncong tetap menjadi wadah silaturahmi, ruang regenerasi, dan bagian dari identitas budaya yang terus dipelihara.
Foto: ANTARA News






