BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Mengatasi Tiga Batu Sandungan untuk Meningkatkan Dampak Riset di Masyarakat

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Selama bertahun-tahun, masyarakat Indonesia kerap mengeluhkan bahwa riset yang dilakukan di berbagai lembaga tidak memberikan dampak yang signifikan dirasakan oleh publik. Permasalahan ini menunjukkan adanya hambatan-hambatan utama yang menghalangi hasil riset untuk benar-benar bermanfaat dan diaplikasikan di lapangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, penting untuk menghilangkan tiga batu sandungan utama dalam proses riset agar hasilnya dapat menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan langkah ini, riset yang selama ini banyak dilakukan tidak hanya menjadi aktivitas akademik saja, tetapi juga berkontribusi pada solusi nyata berbagai persoalan di Indonesia.

Salah satu hambatan besar yang harus diatasi adalah komunikasi dan keterhubungan antara peneliti dan masyarakat pengguna manfaat riset. Seringkali, riset yang dihasilkan sulit dipahami oleh kalangan non-akademis sehingga implementasinya terhambat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih efektif agar hasil riset dapat diterjemahkan dan dipahami sesuai kebutuhan masyarakat.

Hambatan kedua berkaitan dengan sumber daya dan infrastruktur yang mendukung riset itu sendiri. Lembaga riset membutuhkan fasilitas dan dana yang memadai agar penelitian bisa dilakukan secara optimal dan menghasilkan data yang valid serta relevan. Penyediaan sumber daya yang berkelanjutan akan memperkuat kualitas riset dan memperbesar peluang hasilnya dimanfaatkan.

Terakhir, perlu adanya sinergi antara berbagai stakeholder, baik pemerintah, institusi riset, maupun pelaku industri dan masyarakat untuk menerapkan hasil riset. Kolaborasi ini membantu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik sehingga riset dapat diadaptasi sesuai konteks penggunaannya dan berdampak luas.

Dengan penghilangan tiga batu sandungan tersebut, diharapkan riset tidak hanya menjadi aktivitas terisolasi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora