BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Menko Pangan Tegaskan Peran SPPG untuk Libatkan UMKM sebagai Pemasok Bahan Pangan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak-pihak terkait untuk menjadikan pelaku usaha kecil dan menengah sebagai pemasok bahan pangan. Seruan ini menyoroti upaya penguatan jalur pasokan lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pernyataan tersebut menegaskan peran SPPG dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Menurut Zulkifli Hasan, koordinasi dan kerja sama antarinstansi serta unsur lapangan diperlukan agar fungsi SPPG dapat berjalan efektif dalam menghubungkan permintaan bahan pangan dari program-program gizi dengan kemampuan produksi UMKM.

Dalam konteks ini, dorongan untuk memanfaatkan kapasitas UMKM tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pasokan bahan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil untuk memperoleh pasar yang lebih stabil. Keterlibatan UMKM sebagai pemasok dipandang sebagai jalur strategis untuk memperkuat rantai nilai pangan di tingkat lokal.

Penguatan peran SPPG di lapangan dianggap krusial untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi kelompok rentan dan program pemenuhan gizi dapat dipenuhi melalui sumber pasokan yang berkelanjutan dan terjangkau. Hal ini juga memerlukan mekanisme koordinasi yang jelas antara unit layanan, pemerintah daerah, dan sektor swasta agar pemenuhan gizi dapat dilaksanakan secara terintegrasi.

Selain aspek penyediaan bahan pangan, sinergi yang diharapkan juga mencakup pembinaan terhadap UMKM agar produk mereka memenuhi standar mutu dan gizi yang diperlukan. Pembinaan ini penting agar hasil produksi UMKM dapat diterima sebagai bagian dari suplai untuk program-program gizi yang dilaksanakan oleh SPPG.

Upaya menghubungkan UMKM dengan kebutuhan program gizi diyakini akan menuntut pendekatan yang komprehensif, meliputi penguatan kapasitas produksi, perbaikan sistem distribusi, serta pemenuhan persyaratan mutu pangan. Pendekatan semacam ini berpotensi menciptakan efek ganda: meningkatkan ketersediaan bahan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Peran SPPG sebagai fasilitator di tingkat lapangan menjadi kunci agar keterlibatan UMKM tidak sekadar simbolis, melainkan menghasilkan alur pasokan yang nyata dan berkelanjutan. Dengan koordinasi yang baik, SPPG dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengarahkan produksi sesuai standar, serta memfasilitasi hubungan antara produsen skala kecil dan pembeli program gizi.

Seruan untuk sinergi ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan pengelolaan yang terintegrasi. Pemberdayaan UMKM sebagai pemasok bahan pangan dapat menjadi salah satu solusi praktis apabila didukung oleh kebijakan, pembinaan, dan mekanisme kerja yang efektif dari SPPG dan pemangku kepentingan lain.

Garis besar pesan yang disampaikan menekankan perlunya langkah konkret untuk memastikan bahwa unit-unit pelayanan pemenuhan gizi bekerja selaras dengan upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Implementasi langkah tersebut di lapangan akan menentukan sejauh mana tujuan pemenuhan gizi dan penguatan UMKM dapat tercapai secara bersamaan.

Gambar terkait laporan ini menunjukkan kegiatan yang relevan dengan isu pemenuhan gizi dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya tersebut, menggambarkan pentingnya koordinasi dalam mendorong UMKM menjadi bagian dari rantai pasokan bahan pangan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi