Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa juru damai atau peacemaker memegang peran yang sangat penting dalam masyarakat. Menurutnya, juru damai bukan hanya berfungsi sebagai penghubung untuk menyelesaikan perselisihan, tetapi juga menjadi teladan yang mampu meredam konflik secara efektif.
Peran Juru Damai dalam Meredam Konflik
Dalam pandangan Menkum, juru damai memiliki tugas yang lebih dari sekadar menyelesaikan masalah. Mereka harus menunjukkan sikap yang baik dan dapat menjadi contoh dalam menjaga kedamaian, sehingga masyarakat dapat belajar untuk mengelola konflik secara positif dan konstruktif. Dengan demikian, manfaat dari keberadaan juru damai tidak hanya dirasakan pada penyelesaian sengketa, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya suasana harmonis di lingkungan masyarakat.
Peran teladan ini menjadikan juru damai sebagai sosok penting dalam menjaga stabilitas sosial, khususnya di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Mereka diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas agar dapat dipercaya oleh semua pihak yang berselisih.
Dukungan Pemerintah terhadap Juru Damai
Pernyataan Menteri Hukum ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap keberadaan juru damai. Ini sejalan dengan upaya yang terus digalakkan dalam memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa di masyarakat tanpa harus melalui jalur hukum yang panjang dan rumit. Juru damai merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi konflik dengan cara yang lebih cepat, murah, dan bermartabat.
Ke depan, peran juru damai diharapkan semakin diapresiasi dan diperkuat agar dapat berkontribusi optimal dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Foto: ANTARA News






