Kementan Siapkan Rp148,53 Miliar untuk Rehabilitasi 10 Ribu Hektare Sawah Rusak Prof Zainal Arifin: Demokrasi dan Lembaga Independen Saling Memperkuat DPR Tekankan Kebutuhan Mendesak Percepatan Transisi ke Energi Bersih Menteri Agus Andrianto Dorong Ekspor Produk Hasil Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan BRIN Arahkan Peningkatan Dana Riset ke Sektor Pangan, Energi, dan Industri Barantin Perketat Karantina untuk Mencegah Masuknya PPR ke Indonesia

Ekonomi

Menteri Agus Andrianto Dorong Ekspor Produk Hasil Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Mendorong Nilai Ekonomi dari Program Pembinaan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya meningkatkan ekspor produk yang dihasilkan melalui program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Menurutnya, produk hasil pembinaan memiliki potensi untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memasuki pasar internasional jika kualitas dan akses pasarnya diperkuat.

Manfaat Ekspor bagi Pemberdayaan WBP

Langkah ini dilihat memiliki beberapa manfaat strategis. Pertama, membuka peluang pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan WBP dan keluarganya. Kedua, memperkuat keterampilan teknis dan manajerial peserta program sehingga memudahkan reintegrasi ke masyarakat setelah menjalani masa pembinaan. Ketiga, kontribusi pada perekonomian melalui diversifikasi produk yang layak ekspor.

Fokus pada Kualitas dan Standar

Peningkatan ekspor memerlukan perhatian pada aspek mutu, kemasan, dan kepatuhan terhadap standar internasional. Pihak kementerian mendorong agar seluruh rangkaian produksi dari bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan disesuaikan dengan persyaratan pasar tujuan ekspor. Selain itu, penting adanya pelatihan berkelanjutan bagi WBP untuk menjamin konsistensi kualitas produk.

Perlu Sinergi Antarlembaga dan Pelaku Industri

Untuk merealisasikan peningkatan ekspor, sinergi antara instansi terkait, pelaku industri, dan pelaku logistik mutlak diperlukan. Dukungan dari pihak swasta dan lembaga sertifikasi akan membantu memperluas akses pasar dan mempercepat pemenuhan persyaratan ekspor. Kemitraan yang dibangun juga bisa meliputi transfer teknologi, pembinaan kualitas, serta akses ke jaringan distribusi.

Penguatan Akses Pasar dan Branding

Agar produk hasil binaan dapat bersaing di pasar luar negeri, strategi pemasaran dan branding menjadi kunci. Penguatan merek yang menonjolkan nilai tambah sosial dan kualitas produk bisa menjadi daya tarik bagi konsumen internasional yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak sosial. Selain itu, pemanfaatan platform digital dan pameran dagang dapat meningkatkan visibilitas produk.

Langkah Ke Depan

Upaya peningkatan ekspor produk pembinaan WBP membutuhkan rencana yang terstruktur, mulai dari identifikasi produk unggulan hingga pemetaan pasar. Pemerintah diharapkan terus memfasilitasi akses pelatihan, perizinan, serta bantuan teknis untuk memenuhi standar ekspor. Evaluasi berkala terhadap perkembangan program also penting untuk menilai dampak ekonomi dan sosial dari inisiatif ini.

Dengan fokus pada kualitas, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan strategi pemasaran yang tepat, produk hasil pembinaan WBP berpeluang memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas penerima pembinaan dalam jangka panjang.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BRIN Arahkan Peningkatan Dana Riset ke Sektor Pangan, Energi, dan Industri

15 Januari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Mendes: Pameran Produk Unggulan Dorong Pelaku Usaha Desa Naik Kelas

14 Januari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi