BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Warta Bumi

Menteri LH Gandeng Jaringan Muslimat NU Untuk Mewujudkan Indonesia Bersih

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjalin kerja sama dengan jaringan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan jangkauan organisasi perempuan keagamaan untuk mendukung program lingkungan yang sedang dijalankan pemerintah.

Sinergi antar-lembaga untuk tujuan lingkungan

Kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Muslimat NU difokuskan pada penguatan koordinasi dan mobilisasi masyarakat. Dengan jaringan yang luas, pihak pemerintah melihat potensi besar untuk menyebarkan informasi serta praktik pengelolaan lingkungan yang lebih baik di tingkat akar rumput.

Dalam pendekatan yang diusung, peran organisasi masyarakat dianggap strategis untuk menjangkau berbagai lapisan komunitas. Melalui kerja sama ini diharapkan pesan-pesan terkait kebersihan, pengurangan sampah, dan pelestarian lingkungan dapat lebih cepat diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat.

Peran Muslimat NU dalam gerakan kebersihan

Muslimat NU sebagai salah satu jaringan komunitas memiliki akses langsung ke banyak kelompok masyarakat. Keterlibatan organisasi ini dipandang mampu memperkuat kapasitas sosialisasi dan edukasi lingkungan yang difasilitasi pemerintah, termasuk kegiatan yang menyasar keluarga dan tempat ibadah.

Rangkaian kegiatan yang direncanakan berfokus pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku terkait kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan komunitas, pesan lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek tetapi berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari di masyarakat.

Pentingnya kolaborasi untuk efektivitas program

Kolaborasi antar-lembaga dinilai kunci untuk meningkatkan efektivitas program lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup menyasar kerja sama lintas sektor dan organisasi masyarakat untuk memperluas dampak kebijakan dan program di lapangan.

Dengan dukungan jaringan komunitas yang sudah terstruktur, pemerintah dapat lebih mudah mengoptimalkan pelaksanaan program yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong partisipasi lokal dalam upaya pengelolaan sampah, penghijauan, serta pelestarian sumber daya alam di lingkungan tempat tinggal.

Langkah selanjutnya

Ke depan, kerja sama itu diperkirakan meliputi kegiatan komunikasi publik, kampanye kebersihan, serta penguatan kapasitas bagi pengurus dan simpul komunitas. Tujuannya adalah menciptakan gerakan kolektif yang berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Pada intinya, inisiatif ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan. Dengan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, diharapkan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir

13 Januari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

13 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

BMKG: Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang pada Rabu

13 Januari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

BKSDA Temukan Kembali Amorphophallus Titanum Mekar di Cagar Alam Palupuh

12 Januari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Tanah Longsor di Dukuh Semliro, Kudus: Tiga Rumah Warga Terkena Dampak

11 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi