Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Dunia

Militer Thailand Kecam Serangan Roket dari Kamboja yang Mengenai Daerah Sipil

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bangkok — Komando Wilayah Angkatan Darat Pertama Thailand menyatakan kecaman keras terhadap serangan roket yang dilaporkan diluncurkan oleh pasukan Kamboja dan mengenai sebuah daerah sipil. Pernyataan itu menegaskan kekhawatiran terhadap keselamatan penduduk serta potensi eskalasi ketegangan di kawasan perbatasan.

Dalam rilis resminya, komando wilayah menyebut tindakan peluncuran roket ke area non-militer sebagai pelanggaran terhadap norma perlindungan warga sipil. Pernyataan tersebut menyoroti ancaman langsung yang ditimbulkan oleh proyektil pada hunian dan fasilitas sipil, serta kebutuhan untuk menjaga jarak antara operasi militer dan populasi sipil.

Sementara rincian lebih lanjut tentang lokasi tepat, korban, atau waktu kejadian tidak diuraikan secara mendetail dalam pernyataan awal, pernyataan dari komando militer itu menegaskan pentingnya tanggung jawab pihak-pihak yang bertikai untuk menghindari membahayakan warga tidak terlibat.

Potensi Dampak pada Keamanan Perbatasan

Pernyataan kecaman ini muncul di tengah kondisi perbatasan yang sensitif, di mana langkah-langkah pengamanan dan masa gencatan senjata menjadi bagian dari upaya stabilisasi. Foto yang menyertai laporan menampilkan tentara Kamboja berjaga di area perbatasan saat masa gencatan senjata, menggambarkan suasana pengawasan militer yang tetap ada meski upaya meredakan ketegangan sedang berlangsung.

Kendati begitu, insiden peluncuran roket ke daerah sipil menimbulkan kekhawatiran bahwa tindakan semacam itu dapat mengganggu proses perdamaian dan menciptakan kondisi tidak aman bagi warga yang tinggal di kawasan perbatasan. Pihak militer Thailand menekankan perlunya tindakan pencegahan agar konflik tidak meluas dan supaya hak-hak sipil tetap dilindungi.

Seruan untuk Tanggung Jawab dan Penjelasan

Komando Wilayah Angkatan Darat Pertama menyerukan agar pihak terkait memberikan penjelasan atas kejadian tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Pernyataan seperti ini biasanya menekankan pentingnya penyelidikan yang jelas dan transparan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab serta mekanisme penanganan yang sesuai.

Seruan semacam ini juga bertujuan meredam potensi reaksi balasan dan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur non-militer. Langkah-langkah untuk menjaga komunikasi antar-pihak di perbatasan dan memperkuat mekanisme gencatan senjata menjadi elemen penting demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Perlindungan Warga dan Pengawasan Berkelanjutan

Insiden yang mengenai daerah sipil secara umum menyoroti kebutuhan perlindungan warga, termasuk tindakan darurat untuk memastikan keselamatan penduduk dan evaluasi terhadap prosedur keamanan setempat. Komando militer di kedua sisi perbatasan biasanya diminta meningkatkan pengawasan untuk menghindari pelanggaran yang dapat membahayakan nyawa dan harta benda warga sipil.

Sampai ada perincian lebih lanjut dari pihak terkait, pengawasan situasi di perbatasan dan upaya diplomasi tetap menjadi langkah kunci dalam meredakan ketegangan. Pernyataan resmi dari Komando Wilayah Angkatan Darat Pertama Thailand menunjukkan keprihatinan yang serius terhadap konsekuensi serangan terhadap daerah non-militer dan menegaskan perlunya tindakan yang dapat mencegah terjadinya insiden serupa.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

28 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

28 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025

28 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

28 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan

27 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia