Pemerintah Aceh Barat Lakukan Shalat Istisqa untuk Mencegah Meluasnya Karhutla
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengadakan shalat istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, sebagai bentuk upaya spiritual untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini merupakan bentuk permohonan hujan serta pengharapan agar bencana asap dan kebakaran tidak semakin meluas di wilayah tersebut.
Shalat istisqa adalah ibadah khusus dalam tradisi Islam yang dilakukan untuk memohon turun hujan ketika menghadapi musim kemarau panjang atau kondisi kekeringan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaksanaan shalat ini lazim dilakukan secara berjamaah di tempat terbuka, diikuti dengan doa dan permohonan agar kondisi cuaca kembali normal dan bencana dapat diminimalkan.
Pelaksanaan ibadah yang digelar oleh pemerintah daerah ini menegaskan pendekatan yang menggabungkan dimensi spiritual dan kepedulian publik terhadap ancaman karhutla. Dengan melakukan shalat istisqa, pemerintah daerah menunjukkan usaha mencari solusi yang melibatkan masyarakat secara kolektif, melalui doa bersama dan penguatan kesadaran akan potensi risiko kebakaran.
Kegiatan seperti ini biasanya menjadi wadah untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari praktik-praktik yang dapat memicu kebakaran lahan, seperti pembakaran terbuka. Meski upaya spiritual menjadi bagian dari respons, pencegahan karhutla umumnya memerlukan sinergi antara langkah-langkah preventif dan pengelolaan lahan yang baik.
Selain dimensi religius, momentum shalat istisqa juga dapat berfungsi sebagai pengingat kolektif tentang kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, serta urgensi koordinasi antar-pemangku kepentingan di tingkat lokal. Dalam kondisi cuaca yang kering, keterlibatan berbagai pihak—termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya—sering kali diperlukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Pelaksanaan doa bersama di tempat ibadah utama daerah seperti Masjid Agung Baitul Makmur memiliki nilai simbolis yang kuat, karena tempat tersebut menjadi titik berkumpul masyarakat untuk menyatakan harapan dan solidaritas menghadapi tantangan bersama. Tradisi semacam ini juga mencerminkan upaya mencari perbaikan melalui tindakan kolektif dan pengharapan kepada kondisi alam yang lebih baik.
Dalam konteks penanggulangan karhutla, tindakan preventif yang berkelanjutan tetap penting. Upaya spiritual yang diwujudkan lewat shalat istisqa diharapkan dapat melengkapi, bukan menggantikan, langkah-langkah praktis yang diperlukan untuk mengurangi penyebab utama kebakaran lahan.
Dengan diselenggarakannya shalat istisqa di Meulaboh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak karhutla. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan agar bencana kebakaran dapat diminimalkan.
Penutup
Shalat istisqa yang digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur menunjukkan langkah pemerintah daerah yang memadukan pendekatan spiritual dengan kesadaran kolektif akan bahaya karhutla. Harapannya, upaya bersama ini dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi lingkungan serta masyarakat setempat.
Foto: ANTARA News






