Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai bahwa pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang, namun perlu didorong dengan kebijakan insentif baru. Pernyataan ini disampaikan sebagai penilaian terhadap dinamika adopsi EV dalam negeri yang menurutnya belum berjalan sesuai harapan jika hanya mengandalkan kondisi pasar saat ini.
Bebin menekankan pentingnya hadirnya stimulus yang relevan agar pergerakan pasar dapat meningkat. Dalam pandangannya, insentif menjadi salah satu unsur penting untuk mempercepat minat konsumen dan mendorong investasi di sektor kendaraan listrik.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa strategi kebijakan perlu diarahkan untuk menjawab hambatan yang masih dihadapi pasar EV. Bebin menyatakan bahwa tanpa upaya tambahan dari pihak terkait, potensi yang ada belum tentu dapat terealisasi secara optimal.
Pernyataan ini menempatkan sorotan pada peran pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merancang langkah-langkah yang mendukung perkembangan pasar. Bebin mengingatkan bahwa intervensi yang tepat pada titik-titik kritis dapat menjadi pemicu perubahan yang signifikan.
Selain aspek kebijakan, ia juga menyoroti perlunya perencanaan yang matang agar kebijakan insentif yang diberikan efektif dan tepat sasaran. Menurut Bebin, arah dan bentuk insentif sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar agar manfaatnya terasa oleh berbagai pihak terkait.
Dalam rangka mendorong pasar kendaraan listrik, Bebin mengajak semua pihak untuk memetakan langkah-langkah yang diperlukan secara hati-hati. Ia menilai, pendekatan yang terkoordinasi akan lebih efektif dibandingkan tindakan terpisah-pisah yang kurang sinkron.
Pandangan Bebin merupakan bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai masa depan kendaraan listrik di Indonesia. Penilaiannya menekankan bahwa potensi yang ada harus dibarengi dengan kebijakan yang mendukung agar perkembangan pasar dapat berjalan lebih cepat dan stabil.
Di tengah perdebatan mengenai arah pengembangan kendaraan listrik, pernyataan pengamat seperti Bebin memberikan perspektif yang menekankan aspek kebijakan dan insentif. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah-langkah pendukung yang memadai, cita-cita peningkatan adopsi EV di pasar domestik mungkin sulit tercapai.
Bebin menutup penilaiannya dengan catatan bahwa upaya bersama antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengubah potensi menjadi kenyataan. Ia menegaskan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Foto: ANTARA News






