PDB AS Kuartal IV 2025 Tumbuh 1,4% Tahunan, Jauh di Bawah Estimasi Pemkot Jakarta Utara Awasi Restoran dan Tempat Hiburan yang Beroperasi Selama Ramadhan Ngabuburit dengan Buku: Perpustakaan Keliling Hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri Mazhab Syafi’i: Niat Puasa Wajib Diperbarui Setiap Malam, Penjelasan dari PBNU Akses Desa Sibio-Bio di Tapanuli Tengah Masih Terisolasi, Warga Bergotong-royong Menyeberangi Sungai KAI Sediakan 136.045 Tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang

Warta Bumi

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Penyintas Bencana Dorong Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

Warga penyintas bencana yang berada di Dusun Pintu Rimba, Desa Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, mengajukan permintaan tegas kepada pihak terkait agar proses pembukaan jalan dan pembangunan hunian tetap (huntap) dipercepat. Para penyintas menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kondisi pascabencana.

Pernyataan Permintaan

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh sejumlah warga, mereka menuntut tindakan cepat terkait aksesibilitas dan penyediaan tempat tinggal yang permanen. Permintaan itu berkaitan langsung dengan upaya pemulihan setelah bencana yang menimpa kawasan mereka.

Fokus Permintaan

Permintaan utama warga mencakup dua hal: pembukaan kembali atau perbaikan akses jalan menuju dusun, serta percepatan pembangunan huntap. Pembukaan jalan dianggap penting oleh warga untuk memperlancar mobilitas dan bantuan, sedangkan pembangunan huntap dipandang sebagai solusi jangka panjang bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Harapan Warga

Warga berharap agar proses pembangunan huntap dan perbaikan akses dapat berjalan secepatnya dan terkoordinasi dengan baik. Mereka menaruh harapan agar langkah-langkah ini dapat mengurangi beban hidup dan mempercepat pemulihan sosial ekonomi komunitas di Dusun Pintu Rimba.

Konteks Lokal

Dusun Pintu Rimba merupakan bagian dari Desa Pantan Kemuning di Kabupaten Bener Meriah. Komunitas setempat mengalami dampak signifikan akibat peristiwa bencana, dan kini fokus pada upaya pemulihan dengan prioritas memperbaiki akses jalan serta menyiapkan hunian yang layak bagi penyintas.

Langkah yang Diharapkan

Warga meminta agar rencana pembukaan jalan dan pembangunan huntap dapat dilaksanakan tanpa penundaan yang berkepanjangan. Mereka berharap adanya percepatan proses administrasi dan pelaksanaan di lapangan sehingga kebutuhan dasar penyintas dapat segera terpenuhi.

Pentingnya Koordinasi

Dalam upaya pemulihan pascabencana, koordinasi antar pemangku kepentingan dinilai krusial. Warga berharap semua pihak terkait dapat bersinergi untuk kelancaran pembukaan akses jalan serta pembangunan hunian tetap, sehingga bantuan dan fasilitas dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan lebih efektif.

Kondisi saat Ini

Menurut penuturan warga, kebutuhan akan akses yang baik dan hunian yang aman menjadi prioritas utama. Permintaan percepatan ini menunjukkan urgensi penyelesaian masalah infrastruktur dan tempat tinggal untuk memfasilitasi proses pemulihan keluarga terdampak di wilayah tersebut.

Warga terus memantau perkembangan sekaligus mengharapkan tanggapan cepat dari pihak yang berwenang agar rencana pembukaan jalan dan pembangunan huntap dapat segera direalisasikan. Upaya percepatan dinilai vital untuk mengurangi dampak jangka panjang bagi komunitas penyintas di Dusun Pintu Rimba.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Kodam Jaya Bisa Jadi Contoh dalam Pengelolaan Limbah Elektronik, Kata DLH DKI

20 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Pemerintah Kaji Kolaborasi Kampus–Industri untuk Riset Sawit Berkelanjutan

19 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajukan Tambahan Anggaran untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra

18 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Jakarta Utara Bertekad Menjadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah

17 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi