BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Pertamina: RDMP Kilang Balikpapan Terhubung ke Pipa Gas Senipah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Balikpapan — PT Pertamina (Persero) mengumumkan bahwa skema pengembangan kilang di Balikpapan yang dikenal sebagai RDMP (Refinery Development Master Plan) akan terintegrasi dengan jaringan pipa gas Senipah. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, saat memberikan keterangan resmi perusahaan.

Keterangan resmi dari manajemen

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh pimpinan Pertamina, disebutkan bahwa pengembangan kilang melalui RDMP di Balikpapan direncanakan memiliki keterkaitan teknis dengan Pipa Gas Senipah. Pengumuman tersebut menegaskan adanya rencana konektivitas antara fasilitas kilang dan jaringan pasokan gas yang ada, menurut pernyataan yang dirilis perusahaan.

Pernyataan resmi tersebut menyoroti peran koordinasi antara proyek pengembangan kilang dan infrastruktur energi lainnya. Meski penjelasan rinci mengenai teknis koneksi tidak dipaparkan sepenuhnya dalam ungkapan singkat itu, keterkaitan antara RDMP dan pipa gas disebutkan sebagai bagian dari gambaran umum integrasi infrastruktur.

Fokus pada integrasi infrastruktur

Informasi tentang hubungan antara RDMP Balikpapan dan Pipa Gas Senipah menunjukkan adanya perhatian terhadap kesesuaian antara kebutuhan kilang dan pasokan energi. Pernyataan manajemen perusahaan menandai bahwa aspek-aspek integrasi dipertimbangkan dalam rencana pengembangan tersebut.

Sikap perusahaan yang menekankan keterkaitan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarunit infrastruktur energi. Pengembangan kilang umumnya membutuhkan aliran bahan bakar dan energi dalam jumlah dan kondisi tertentu; oleh karena itu, penyelarasan dengan jaringan pipa gas menjadi bagian dari diskusi perencanaan yang disampaikan pihak perusahaan.

Penegasan dari pimpinan Pertamina

Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina mengutarakan hal tersebut dalam komunikasi resmi yang dikeluarkan perusahaan. Pernyataan pimpinan perusahaan menjadi sumber utama informasi mengenai rencana integrasi yang disebutkan, sebagaimana dilaporkan kepada publik.

Rilis singkat terkait hal ini memberikan gambaran bahwa Pertamina memandang hubungan antara RDMP dan jaringan pipa gas sebagai bagian dari upaya pengelolaan infrastruktur yang saling melengkapi. Namun, rincian teknis lebih mendalam atau langkah implementasi lanjut belum terinci dalam pernyataan yang dipublikasikan.

Konteks pemberitaan

Berita tentang keterhubungan RDMP Balikpapan dengan Pipa Gas Senipah muncul dalam laporan resmi yang menyitir penjelasan wakil pimpinan perusahaan. Informasi tersebut disampaikan kepada publik sebagai bagian dari update mengenai rencana pengembangan fasilitas kilang di Balikpapan.

Gambar terkait pemberitaan menampilkan suasana terkait kegiatan atau pernyataan perusahaan, yang disertakan sebagai penunjang visual dalam laporan resmi. Untuk informasi tambahan dan detail teknis lebih lengkap, pihak perusahaan menjadi sumber rujukan utama sesuai dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan.

Sumber gambar: Antara

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi