Polda Jatim Ajak Masyarakat Bicara Lewat ‘Kopi Cak Bhabin’
Kepolisian Daerah Jawa Timur memperkenalkan inisiatif baru bernama “Kopi Cak Bhabin” yang dijalankan oleh petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Program ini dirancang untuk memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan warga secara lebih akrab dan informal.
Kopi Cak Bhabin menjadikan suasana santai sebagai medium pertemuan sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, atau informasi terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka tanpa merasa canggung. Pendekatan semacam ini diharapkan mampu memudahkan pertukaran informasi dua arah antara polisi dan warga.
Melalui kegiatan yang bersifat dialogis dan tidak kaku, Bhabinkamtibmas berupaya membangun kepercayaan publik serta menjembatani kebutuhan masyarakat dengan tugas penegakan hukum dan pemeliharaan ketertiban. Kegiatan informal seperti ini juga memberi ruang bagi petugas untuk memahami dinamika lokal secara lebih mendalam.
Program tersebut menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan bertemu langsung dalam suasana yang lebih santai, warga memiliki kesempatan untuk berkoordinasi, berbagi informasi, dan memperoleh penjelasan tentang kebijakan atau langkah kepolisian yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi forum pertukaran informasi, pendekatan ini juga memiliki nilai preventif. Percakapan yang terbuka dan berkelanjutan antara aparat dan warga dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini sehingga langkah penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan di tingkat masyarakat menempati posisi strategis dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Melalui kegiatan seperti “Kopi Cak Bhabin”, peran tersebut dipertegas dengan metode komunikasi yang lebih dekat dan mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Inisiatif ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif warga dalam berbagai program keselamatan dan ketertiban. Saat masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, sinergi antara komunitas dan aparat dapat tumbuh lebih baik, yang pada akhirnya berkontribusi pada penanganan masalah keamanan secara kolektif.
Sementara bentuk pelaksanaannya menggunakan pendekatan nonformal, nilai profesionalisme tetap terjaga. Pertemuan-pertemuan seperti ini diposisikan sebagai pelengkap kerja-kerja kepolisian formal, bukan pengganti tugas penegakan hukum yang menjadi kewenangan institusi.
Dengan menempatkan komunikasi sebagai fondasi, Polda Jawa Timur melalui Bhabinkamtibmas berharap hubungan antara masyarakat dan aparat semakin erat. Langkah ini menunjukkan upaya adaptasi metode policing dengan menyesuaikan pendekatan agar sesuai kebutuhan sosial di tingkat akar rumput.
Penutup
Program “Kopi Cak Bhabin” menjadi contoh pendekatan yang memadukan keakraban dan fungsi keamanan publik. Melalui wadah semacam ini, diharapkan tercipta dialog yang konstruktif serta semakin kuatnya kerja sama antara warga dan kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
Foto: ANTARA News






