Menhub: DIY Masuk Empat Besar Tujuan Libur Lebaran, Proyeksi 8,2 Juta Pergerakan Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis Penjara Seumur Hidup Genesis Masuki Tahap Konsultasi Pelanggan, Siap Memasuki Pasar Otomotif Indonesia Profesor Aditya Perdana Ajukan Empat Agenda Utama untuk Reformasi Politik Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP, RI Minta Solusi Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

Ekonomi

Prabowo Paparkan Strategi Pemerintah Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Saat Bertemu Pebisnis AS

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Presiden Joko Widodo — maaf, koreksi: Presiden Prabowo Subianto — bertemu dengan pengusaha asal Amerika Serikat dan menyampaikan gambaran mengenai upaya pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan rangkaian strategi yang menjadi fokus kebijakan pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Penekanan pada stabilitas dan pertumbuhan

Menurut keterangan yang disampaikan, Presiden menekankan pentingnya kestabilan makroekonomi sebagai syarat utama bagi pertumbuhan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa upaya pemerintah diarahkan pada penciptaan iklim usaha yang kondusif serta perlindungan terhadap sektor-sektor strategis agar dapat menyokong perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Menarik investasi dan memperkuat ketahanan

Dalam pertemuan dengan para pebisnis AS, Prabowo menyoroti peran investasi asing dalam mendukung pembangunan dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah dinyatakan berkomitmen untuk terus mendorong masuknya modal yang produktif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan pengembangan sektor-sektor prioritas.

Kebijakan yang berpijak pada kehati-hatian

Presiden juga memaparkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter dijalankan dengan prinsip kehati-hatian untuk menekan volatilitas sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Langkah-langkah koordinatif antara otoritas terkait disebut penting agar kebijakan dapat berjalan sinergis dan efektif dalam meredam gejolak ekonomi global.

Keterbukaan dialog dengan dunia usaha

Pertemuan dengan perwakilan dunia usaha AS menunjukkan keterbukaan pemerintah untuk berdialog langsung dengan investor dan pelaku bisnis internasional. Prabowo menyampaikan kesiapan pemerintah untuk mendengar masukan dari sektor swasta serta memperbaiki kebijakan yang dianggap dapat memperlancar proses investasi dan operasional bisnis di Indonesia.

Fokus pada pembangunan jangka panjang

Diskusi tersebut turut menegaskan bahwa pemerintahan memprioritaskan pembangunan berkelanjutan dan pemerataan manfaat ekonomi. Pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan ekosistem industri menjadi bagian dari upaya yang terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif.

Gambaran yang dipaparkan Prabowo kepada pengusaha AS itu bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, sekaligus menunjukkan arah kebijakan nasional yang mengedepankan stabilitas dan kesinambungan. Pertemuan ini menjadi salah satu wujud diplomasi ekonomi yang menghubungkan kebijakan domestik dengan peluang kerja sama internasional.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 431,7 Miliar Dolar AS pada Triwulan IV 2025

19 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Ringkasan Ekonomi Rabu: 1.000 Kopdes Merah Putih dan Sorotan pada Status Persero Antam & PTBA

19 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Harga Cabai Merah Besar dan Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati Naik

19 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Sidak Pasar Jelang Ramadan, Pemkab Kubu Raya Temukan Lonjakan Harga Bahan Pokok

18 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Maman Abdurrahman Tegaskan Penjualan UMKM di Sumut dan Sumbar Kembali Normal

18 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi