Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Politik

Prabowo: Pemerintah Tidak Sombong dan Mampu Menangani Pemulihan Bencana

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Prabowo Tegaskan Kapasitas Pemerintah dalam Pemulihan Bencana

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pada Kamis (1/1) bahwa pemerintah memiliki kemampuan untuk menangani proses pemulihan pascabencana. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas persepsi yang menyebut pemerintah terlihat sombong dalam menghadapi situasi bencana.

Menurut Prabowo, klaim kemampuan pemerintah bukanlah bentuk kesombongan, melainkan keyakinan atas kapasitas lembaga-lembaga negara untuk menjalankan tugas pemulihan. Ia menegaskan bahwa upaya pemulihan menyangkut banyak aspek dan membutuhkan komitmen berkelanjutan dari berbagai pihak.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan pentingnya kepercayaan publik kepada pemerintah dalam proses pemulihan. Ia menyampaikan bahwa kemampuan tersebut harus dilihat dari kesiapan, perencanaan, dan pelaksanaan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu warga yang terdampak.

Pernyataan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap cara penanganan pascabencana. Prabowo mengajak semua pihak untuk memahami bahwa penyelesaian dampak bencana memerlukan pendekatan menyeluruh dan kesabaran, serta kerja sama antarlembaga dan masyarakat.

Fokus pada upaya jangka panjang

Presiden menyoroti bahwa pemulihan tidak hanya soal penanganan segera, tetapi juga mencakup pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan. Hal ini mencakup pemulihan kondisi sosial, ekonomi, serta infrastruktur yang terdampak, yang menurutnya memerlukan perencanaan matang dan sumber daya yang memadai.

Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Menurut Prabowo, memberikan penjelasan tentang langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan kepercayaan publik.

Seruan untuk dukungan bersama

Selain menegaskan kapasitas pemerintah, Prabowo mengajak pemangku kepentingan dan warga untuk ikut mendukung proses pemulihan. Ia menyatakan bahwa dukungan kolektif akan mempercepat pemulihan dan membuat upaya yang dilakukan menjadi lebih efektif.

Dalam konteks itu, ia menekankan peran berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintahan dan masyarakat sipil, untuk saling bersinergi demi mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Prabowo juga menyinggung bahwa penanganan bencana harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi serta pengelolaan sumber daya secara efisien. Menurutnya, keberhasilan pemulihan bergantung pada keterpaduan langkah dan komitmen semua pihak terkait.

Penutup

Pernyataan Presiden Prabowo pada awal Januari ini menegaskan posisi pemerintah bahwa kemampuan menangani pemulihan pascabencana adalah nyata dan bukan bentuk kesombongan. Ia mengajak masyarakat untuk memberi ruang bagi pelaksanaan langkah-langkah pemulihan yang terencana dan terkoordinasi, sambil meneguhkan pentingnya dukungan kolektif dalam menghadapi dampak bencana.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertemuan Hangat Prabowo dan MBZ Perkokoh Kemitraan Strategis RI-PEA

27 Februari 2026 - 10:00 WIB

AHY: Indonesia Perlu Kapasitas Tampungan Air 150 Meter Kubik per Kapita

24 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Anggota DPR Minta Percepatan dan Pemerataan Imunisasi Nasional untuk Cegah Campak

24 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Menko PM: Direksi Baru Jadi Momentum Transformasi Menyeluruh BPJS Kesehatan

23 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Politik Kemarin: Dari Penilaian Diplomasi di BoP hingga Situasi Keamanan Papua

23 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik