1.216 Peserta Ramaikan Turnamen Nasional Domino “Cenderawasih Cup” di Papua BPJPH dan USDA Perkuat Kerja Sama untuk Dorong Perdagangan Produk Halal antara Indonesia dan AS Polres Metro Bekasi Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Kampung Kavling Dokter Kulit Ingatkan Hati-hati Saat Membeli Pakaian Bekas: Risiko Penularan Infeksi Kasus Penendangan Kucing di Blora Resmi Masuk Tahap Penyidikan Perum Perhutani Salurkan Madu dan Minyak Kayu Putih untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Politik

Prabowo Siapkan Lahan Sekitar 4.000 m² di Bundaran HI untuk Gedung MUI

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ia telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pernyataan tersebut menegaskan alokasi ruang yang dimaksudkan untuk mewujudkan fasilitas permanen bagi MUI di salah satu kawasan yang dikenal di ibu kota. Luas lahan yang disebutkan mencapai sekitar 4.000 meter persegi, dan lokasinya berada di area Bundaran HI.

Ruang dan konteks

Keterangan mengenai ketersediaan lahan ini menunjukkan langkah konkret terkait penyediaan tempat bagi organisasi yang akan menempatinya. Informasi yang disampaikan terbatas pada besaran lahan dan lokasi umum, tanpa rincian lebih jauh mengenai desain, jadwal pembangunan, atau tahapan administratif yang akan dijalani.

Penegasan pernyataan

Pernyataan presiden tentang penyiapan lahan tersebut menempatkan perkara ini ke dalam perhatian publik, khususnya bagi pihak yang berkepentingan dengan pengadaan fasilitas dan tata ruang di kawasan yang dimaksud. Sampai informasi tambahan dipublikasikan, detil teknis seperti perizinan, pendanaan, atau pihak pelaksana belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia.

Catatan

Informasi yang disajikan di sini berfokus pada pernyataan mengenai penyediaan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di Bundaran HI untuk gedung MUI. Keterangan lebih rinci belum tersedia dalam sumber yang disampaikan, sehingga laporan ini tidak memasukkan unsur atau klaim di luar pernyataan tersebut.

Gambaran lebih lengkap mengenai rencana pembangunan, termasuk langkah administratif dan teknis, diperkirakan akan bergantung pada pengumuman resmi lanjutan dari pihak terkait.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menlu Sugiono: Traktat RI-Australia Bentuk Forum Konsultasi Keamanan

6 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Presiden Prabowo Menerima Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese

6 Februari 2026 - 10:30 WIB

Jadi Hakim MK, Adies Kadir Menyatakan Akan Menjauh dari Perkara Bertaut Golkar

5 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Komisi VII DPR RI Gelar Pengawasan di Kawasan PIK 2 Tangerang

5 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

DPR Minta Titik Gerakan Pangan Murah Diperluas di Kawasan Terdampak Bencana

4 Februari 2026 - 21:31 WIB

ANTARA News
Trending di Politik