Adjunct Professor Griffith University, Prof. Tjandra Yoga Aditama, memberikan penjelasan mengenai asal mula penamaan penyakit yang dikenal sebagai virus Nipah.
Dalam pemaparannya, Prof. Aditama menjelaskan latar belakang penamaan penyakit tersebut serta bagaimana nama itu digunakan dalam literatur dan komunikasi kesehatan. Penjelasan itu disampaikan untuk membantu masyarakat memahami asal-usul sebutan ‘Nipah’ dan konteks penggunaannya dalam studi epidemiologi dan laporan keilmuan.
Pentingnya Pemahaman Nama Penyakit
Prof. Aditama menekankan bahwa mengetahui asal nama sebuah penyakit memiliki nilai lebih dalam konteks komunikasi kesehatan. Nama yang digunakan oleh dunia medis sekaligus menjadi rujukan bagi penelitian, pelacakan kasus, dan penyebaran informasi kepada publik maupun pemangku kepentingan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa penamaan sebuah penyakit bukan sekadar label; nama itu membawa konteks historis dan ilmiah yang dapat memengaruhi bagaimana penyakit tersebut dipahami, dilaporkan, dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan. Pengetahuan tentang asal nama dapat membantu mencegah salah tafsir dan memperkuat akurasi informasi yang diberikan kepada masyarakat.
Peran Akademisi dalam Edukasi Publik
Sebagai akademisi yang juga aktif dalam komunitas kesehatan, Prof. Aditama memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi yang berbasis keilmuan kepada publik. Penjelasan mengenai nama penyakit seperti yang disampaikannya menjadi bagian dari upaya edukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Pemaparan tersebut bertujuan memperjelas istilah-istilah teknis yang sering muncul dalam wacana kesehatan sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang lebih tepat dan tidak mudah terpengaruh oleh misinformasi.
Kemanfaatan Klarifikasi dalam Penanganan
Klarifikasi mengenai asal-usul penamaan juga bermanfaat bagi pelaku kebijakan dan tenaga kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang istilah-istilah ilmiah, komunikasi antarpihak menjadi lebih efektif, termasuk dalam penyusunan kebijakan, pelaporan kasus, dan koordinasi respons kesehatan masyarakat.
Penjelasan akademis dari figur seperti Prof. Aditama diharapkan turut memperkaya wacana publik dan mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan penyakit melalui informasi yang akurat dan jelas.
Penutup
Prof. Tjandra Yoga Aditama, yang menjabat sebagai Adjunct Professor di Griffith University, menyampaikan penjelasan mengenai asal nama penyakit virus Nipah sebagai bagian dari kegiatan edukatifnya. Penjelasan tersebut menyoroti pentingnya memahami nama penyakit demi kelancaran komunikasi ilmiah dan upaya kesehatan masyarakat.
Foto: ANTARA News






