Tadarus Melingkar Memeriahkan Suasana Ramadan di Pesantren Medan
Di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pesantren Ar‑Raudlatul Hasanah di Kota Medan kembali menghadirkan tradisi tadarus melingkar yang menonjolkan nuansa kebersamaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 22 Februari, dan menjadi bagian dari rangkaian ibadah dan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.
Tadarus melingkar merupakan salah satu bentuk praktik kolektif yang kerap dilakukan di lingkungan pesantren, di mana peserta duduk bersama dalam formasi melingkar untuk membaca dan mendengarkan bacaan Alquran secara bergantian. Di Ar‑Raudlatul Hasanah, tradisi ini dijalankan sebagai sarana memperkuat silaturahim antarsantri sekaligus memupuk semangat keagamaan bersama.
Kegiatan yang berlangsung di hari tersebut mendapat perhatian karena menonjolkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di antara penghuni pesantren. Suasana tadarus yang teratur dan khusyuk mencerminkan upaya kolektif untuk menjaga amalan keagamaan selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi momen pembelajaran dan penguatan komunitas pesantren.
Meski berlangsung dalam format yang sederhana, tadarus melingkar memiliki nilai simbolis yang kuat. Kebersamaan dalam membaca Alquran secara bergiliran tidak hanya menegaskan ikatan sosial, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk saling mendukung dalam memperbaiki bacaan dan meningkatkan pemahaman terhadap ayat‑ayat yang dibaca.
Pelaksanaan tradisi di pesantren tersebut menjadi bukti keberlanjutan praktik keagamaan yang berlangsung turun‑temurun di lingkungan pendidikan Islam. Kegiatan sejenis sering kali menjadi titik temu antara aspek ritual dan pendidikan, dengan pesantren sebagai wadah yang memfasilitasi penguatan akhlak dan pemahaman agama melalui berbagai kegiatan kolektif.
Selain aspek spiritual, tadarus melingkar juga berfungsi sebagai aktivitas yang mempererat hubungan antaranggota komunitas. Duduk bersama, bergantian membaca, serta saling mendengarkan menciptakan suasana persahabatan dan rasa saling menghargai. Dalam konteks pesantren, momen seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif dan keterlibatan aktif setiap santri dalam kehidupan berkomunitas.
Gambar kegiatan yang beredar memperlihatkan bagaimana tradisi tersebut dijalankan di lingkungan pesantren. Foto yang terkait menggambarkan barisan peserta yang duduk berdekatan, menandakan kebersamaan yang menjadi inti dari tradisi tadarus melingkar. Dokumentasi semacam ini juga berperan dalam mendokumentasikan praktik budaya keagamaan yang berlangsung secara rutin.
Kegiatan tadarus di bulan Ramadan menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi ibadah serta memelihara tradisi keagamaan. Di pesantren‑pesantren seperti Ar‑Raudlatul Hasanah, tradisi ini selain memperkaya pengalaman spiritual juga menjadi sarana pengayaan pendidikan religius bagi para santri.
Pelaksanaan tradisi tadarus melingkar di pesantren tersebut menegaskan bahwa praktik kolektif dalam membaca Alquran tetap mempertahankan peran pentingnya dalam kehidupan beragama di lingkungan pesantren. Pada saat yang sama, kegiatan itu menunjukkan nilai kebersamaan yang menjadi salah satu fondasi dalam pembentukan karakter komunitas pesantren selama bulan suci.
Foto: ANTARA News






