ALMAL Gandeng Wyndham Hotels & Resorts untuk Kelola ‘The One by ALMAL’ di Bali Nusa Dua Mendes Yandri Susanto: Koperasi Desa Sebagai Program Strategis Nasional Perlu Didukung Bersama Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda Mendiktisaintek Ajak Kampus Tingkatkan Inovasi dalam Daur Ulang Sampah

Nusantara

UGM Siap Dirikan Hunian Sementara di Aceh Tamiang dengan Material Kayu Hanyut

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

UGM akan Bangun Hunian Sementara untuk Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan kesiapan untuk membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam rencana tersebut, UGM akan memanfaatkan material kayu yang terbawa arus atau dikenal sebagai kayu hanyut.

Rencana Pemanfaatan Kayu Hanyut

Menurut informasi yang disampaikan, penggunaan kayu hanyut akan menjadi bagian dari upaya pembangunan huntara. Pilihan material ini disebut sebagai bagian dari pendekatan yang akan diterapkan dalam pembangunan hunian sementara bagi penyintas bencana banjir di wilayah tersebut.

Tujuan Pendirian Huntara

Pendirian hunian sementara ini ditujukan untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terkena dampak banjir. Inisiatif pembangunan huntara dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan hunian pascabencana dan bertujuan menyediakan ruang yang layak bagi penyintas.

Langkah Selanjutnya

UGM menyatakan kesiapan untuk melaksanakan pembangunan tersebut di Aceh Tamiang. Detail lebih lanjut mengenai pelaksanaan, seperti waktu pembangunan, jumlah hunian, atau teknis penyusunan material, belum diungkap secara rinci dalam keterangan awal yang tersedia.

Penggunaan kayu hanyut menjadi fokus dalam rencana awal ini. Pemilihan material tersebut diusulkan sebagai komponen yang akan digunakan dalam pembangunan huntara, sesuai dengan rencana yang diumumkan.

Peran dan Harapan

Pihak universitas tampil sebagai inisiator yang menyatakan kesiapan membangun hunian sementara bagi masyarakat terdampak. Harapan dari langkah ini adalah tersedianya tempat tinggal sementara yang dapat membantu meringankan kondisi penyintas banjir di wilayah yang disebutkan.

Informasi lebih lengkap mengenai pelaksanaan proyek dan rinciannya diharapkan tersedia pada tahap komunikasi selanjutnya dari pihak terkait. Untuk saat ini, publik mendapat informasi bahwa UGM akan membangun huntara di Aceh Tamiang dan akan memanfaatkan kayu hanyut sebagai salah satu material utama.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendes Yandri Susanto: Koperasi Desa Sebagai Program Strategis Nasional Perlu Didukung Bersama

17 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik

16 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Pemprov Jateng Memberangkatkan Lebih dari 16 Ribu Peserta Mudik Gratis di TMII

16 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Serangan TPNPB di Kawasan Tambrauw-Grasberg Dinilai Mengganggu Stabilitas Sosial

16 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

13 Penumpang Dievakuasi dari Kapal Rusak di Perairan Pulau Karang Beras

15 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara