LDII Sumsel Luncurkan Program Pembersihan 326 Tempat Ibadah CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

Ekonomi

Usaha Diminta Perkuat Sistem Kepatuhan Pasca-Penerapan Coretax

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bisnis Diimbau Perkuat Kepatuhan Setelah Implementasi Coretax

Senior Associate One Community Consultant (OCC) Ariel Sharon mendorong dunia usaha untuk meningkatkan sistem kepatuhan mereka pasca-implementasi Coretax. Menurut Ariel, penyesuaian yang matang diperlukan agar perusahaan dapat memenuhi kewajiban dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul akibat perubahan pada mekanisme perpajakan atau pelaporan.

Rekomendasi untuk dunia usaha

Ariel menekankan pentingnya kesiapan internal perusahaan. Penguatan sistem kepatuhan ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga mencakup penataan proses, pengawasan, dan koordinasi antarunit kerja. Dengan begitu, perusahaan diharapkan mampu merespons perubahan kebijakan dan sistem yang berkaitan dengan perpajakan secara lebih efisien.

Aspek yang perlu diperhatikan

Meski rincian teknis implementasi Coretax tidak diuraikan secara spesifik dalam pernyataan tersebut, ada beberapa aspek umum yang dapat menjadi fokus perusahaan. Perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas data, dan pemantauan kepatuhan secara berkala menjadi unsur penting agar pelaporan dan pemenuhan kewajiban berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, koordinasi antara fungsi keuangan, perpajakan, dan teknologi informasi perlu diperkuat. Perubahan sistem atau platform yang berkaitan dengan perpajakan biasanya menuntut integrasi data yang baik dan sumber daya yang memahami proses baru agar potensi kesalahan atau ketidaksesuaian dapat diminimalkan.

Peran manajemen dan pengawasan internal

Penguatan sistem kepatuhan juga membutuhkan keterlibatan manajemen puncak. Kebijakan internal yang jelas, pengalokasian tanggung jawab, serta pengawasan yang efektif menjadi bagian dari upaya memperkuat kepatuhan korporasi. Pengawasan internal yang rutin dan mekanisme pelaporan yang transparan dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Pentingnya pemahaman dan pelatihan

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar perubahan dapat diimplementasikan dengan baik. Pemahaman atas prosedur baru, serta pelatihan bagi staf yang bertanggung jawab atas pelaporan dan kepatuhan, akan mendukung adaptasi perusahaan terhadap sistem yang diterapkan.

Langkah preventif dan mitigasi risiko

Perusahaan juga dianjurkan melakukan penilaian risiko terkait kepatuhan secara berkala dan menyiapkan langkah mitigasi. Pendekatan proaktif membantu mengurangi potensi sanksi atau dampak operasional yang mungkin timbul akibat ketidaksesuaian pelaporan atau penerapan sistem baru.

Secara keseluruhan, anjuran untuk memperkuat sistem kepatuhan menekankan bahwa persiapan internal dan koordinasi lintas fungsi merupakan aspek krusial bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan atau teknologi di bidang perpajakan.

Catatan: Pernyataan di atas merujuk pada imbauan yang disampaikan oleh Ariel Sharon, Senior Associate One Community Consultant (OCC), mengenai perlunya peningkatan sistem kepatuhan pasca-implementasi Coretax.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi