BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Metro

Waduk Aseni di Kalideres Diprediksi Turunkan Risiko Banjir Hingga 13%

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Waduk Aseni Dianggap Bisa Kurangi Risiko Banjir di Jakarta Barat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa Waduk Aseni yang terletak di Kalideres, Jakarta Barat memiliki potensi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya. Menurut perkiraan Pemprov, keberadaan waduk ini dapat menurunkan potensi banjir hingga sekitar 13 persen.

Peran waduk dalam pengelolaan banjir

Sebagai fasilitas penampungan air, waduk berfungsi menahan aliran berlebih saat hujan lebat sehingga mengurangi beban pada sistem drainase kota. Dalam konteks Jakarta, infrastruktur seperti Waduk Aseni diharapkan dapat menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pengendalian banjir, khususnya di daerah rawan genangan.

Lokasi dan relevansi

Waduk Aseni berlokasi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Lokasi ini strategis karena berada di salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir musiman. Pemanfaatan dan pengelolaan waduk diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar melalui pengurangan frekuensi dan tingkat genangan.

Harapan terhadap dampak pengurangan banjir

Dengan estimasi penurunan potensi banjir hingga 13 persen, pihak berwenang berharap Waduk Aseni membantu meringankan dampak cuaca ekstrem pada infrastruktur dan aktivitas masyarakat. Pengurangan risiko ini juga diharapkan mengurangi tekanan pada layanan darurat serta meminimalkan kerugian ekonomi akibat banjir.

Pentingnya pengelolaan berkelanjutan

Meskipun waduk memiliki peran penting, efektivitasnya tergantung pada manajemen dan pemeliharaan yang baik. Upaya seperti pengawasan kualitas air, pemeliharaan kapasitas tampung, serta koordinasi dengan sistem drainase perkotaan menjadi faktor kunci agar manfaat waduk dapat terwujud secara maksimal.

Peran masyarakat dan pemangku kepentingan

Keberhasilan pengurangan risiko banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, melainkan juga keterlibatan masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. Edukasi, kepatuhan terhadap regulasi tata ruang, serta partisipasi warga dalam menjaga lingkungan sekitar waduk turut menentukan efektivitas langkah pengendalian banjir.

Penutup

Waduk Aseni di Kalideres menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di Jakarta Barat. Dengan estimasi pengurangan hingga 13 persen, langkah ini menunjukkan pentingnya investasi pada infrastruktur penanganan air sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko bencana di perkotaan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu

26 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran

26 Maret 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

KCIC Pastikan Penumpang Whoosh yang Tertinggal Bisa Menjadwal Ulang Tanpa Biaya

25 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

DKI: Evakuasi Penumpang Kapal KM Sumber Makmur dan Perhatian pada Jadwal Libur di TMII

25 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Polres Metro Jakut Dalami Penyebab Kecelakaan Beruntun yang Menewaskan Dua Orang

24 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Metro