Polda Papua Tetapkan Sasaran Tangani 30 Kasus Korupsi, Hambatan Geografis Jadi Perhatian Politisi Diizinkan Ikut Seleksi ADK OJK, Harus Mundur dari Parpol Sebelum Dilantik Khofifah Pastikan Pelayanan untuk Pasien PBI Tetap Berlanjut Selama Masa Transisi Bank Mandiri Fasilitasi Penyaluran Bansos untuk 7,45 Juta Penerima Kemenhaj Usahakan Pengiriman Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Sebelum Ramadhan Viral di TikTok: Klaim Video Layvin Kurzawa Jalani Proses Naturalisasi

Tekno

Wisely Ai Tetapkan Tolak Ukur Baru untuk Lindungi 100 Juta Pengguna Indosat dari 2 Miliar Lebih Pesan Penipuan dan Spam

badge-check

Tanla Umumkan Tolak Ukur Dampak Baru oleh Wisely Ai

Tanla Platforms Limited hari ini mengumumkan sebuah pencapaian penting yang berkaitan dengan platform kecerdasan buatan mereka, Wisely Ai. Perusahaan menyatakan bahwa platform tersebut kini menetapkan tolok ukur dampak baru dalam upaya melindungi pengguna layanan telekomunikasi dari arus besar komunikasi penipuan dan spam di Indonesia.

Skala Perlindungan

Menurut pengumuman yang disampaikan, capaian ini mencakup perlindungan bagi sekitar 100 juta pengguna Indosat dari lebih dari 2 miliar komunikasi yang berpotensi berupa penipuan atau spam. Angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi penyedia layanan dan pengguna dalam menghadapi pesan-pesan yang tidak diinginkan atau berbahaya.

Peran Wisely Ai

Wisely Ai digambarkan sebagai sebuah platform AI yang berfokus pada mitigasi risiko yang timbul dari lalu lintas komunikasi berbahaya. Dengan menetapkan tolok ukur dampak baru, platform ini dilaporkan memperkuat kemampuannya untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap komunikasi yang berisiko sebelum mencapai pengguna akhir.

Implikasi bagi Pengguna dan Industri

Pencapaian tersebut menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan digital di ruang telekomunikasi. Bagi pengguna, langkah semacam ini diharapkan dapat mengurangi paparan terhadap upaya penipuan dan mengurangi gangguan akibat spam yang masif. Untuk operator dan pemangku kepentingan industri, tolok ukur baru ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi perlindungan yang lebih efektif.

Pernyataan Perusahaan

Tanla Platforms Limited menegaskan bahwa pengumuman ini merupakan bagian dari komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas dan keamanan layanan melalui teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan menilai bahwa data skala besar dan mekanisme yang tepat dapat membantu menekan dampak negatif dari komunikasi penipuan dan spam terhadap pengguna.

Konteks Nasional

Indonesia merupakan pasar dengan jumlah pengguna layanan telekomunikasi yang sangat besar. Dalam konteks ini, upaya untuk meminimalkan peredaran komunikasi berbahaya menjadi penting bagi perlindungan konsumen dan kepercayaan publik terhadap layanan digital. Capaian yang dilaporkan oleh Tanla dan Wisely Ai menyoroti satu langkah konkret yang diambil untuk menghadapi tantangan tersebut.

Walau pengumuman ini menekankan angka-angka besar sebagai tolok ukur dampak, rincian teknis dan langkah implementasi operasional yang lebih spesifik tidak diuraikan secara mendalam dalam pernyataan awal. Para pemangku kepentingan di industri diharapkan akan mengikuti perkembangan lebih lanjut mengenai bagaimana tolok ukur ini diaplikasikan di lapangan dan pengaruhnya terhadap pengguna sehari-hari.

Kesimpulan: Pengumuman Tanla Platforms Limited tentang tolok ukur baru oleh Wisely Ai menandai upaya yang lebih nyata dalam melindungi pengguna Indosat secara massal dari komunikasi penipuan dan spam. Dengan menargetkan perlindungan terhadap ratusan juta pengguna dan miliaran pesan berisiko, langkah ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk meningkatkan keamanan ekosistem komunikasi di Indonesia.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Google Perbarui Fitur Perlindungan Data Pribadi di Search

11 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

TRENDS Satukan Lebih dari 50 Sistem untuk Membangun Infrastruktur Produksi Siap AI

10 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Menko PMK Siap Meluncurkan Platform Pembelajaran seputar KA untuk Umum

9 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Wamenkomdigi Minta Platform Digital Kembangkan Solusi Cegah Manipulasi Usia Pengguna

6 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar dalam Proses Rekrutmen

6 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Tekno