BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Hukum

Wali Kota Surabaya: Kasus Nenek Elina Harus Diselesaikan Melalui Jalur Hukum

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Wali Kota Minta Penyelesaian Kasus Nenek Elina Lewat Mekanisme Hukum

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa perselisihan yang berkaitan dengan kepemilikan properti yang dialami nenek Elina harus diselesaikan melalui jalur hukum. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menempuh mekanisme hukum yang berlaku dalam menyelesaikan konflik kepemilikan aset.

Menurut Eri Cahyadi, segala persoalan yang muncul dari sengketa kepemilikan tidak seharusnya diselesaikan di luar proses hukum. Sikap ini menunjukkan keinginan agar penyelesaian dilakukan secara terstruktur, adil, dan berdasarkan ketentuan yang ada.

Penegasan atas prinsip hukum

Pernyataan wali kota menggarisbawahi prinsip bahwa masalah hak milik dan kepemilikan harus ditangani oleh lembaga dan mekanisme yang berwenang. Dengan menekankan jalur hukum, diharapkan semua pihak yang terkait dapat mengikuti prosedur yang sah sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Harapan terhadap proses yang transparan

Meskipun wali kota menyoroti aspek hukum, pernyataan itu juga mengandung ajakan agar proses penyelesaian berjalan transparan dan sesuai aturan. Penyelesaian melalui mekanisme resmi dipandang penting agar tidak menimbulkan ketidakpastian dan agar hak-hak semua pihak dihormati.

Perlindungan terhadap hak pemilik

Penegasan wali kota juga memberikan sinyal bahwa hak-hak pemilik properti menjadi perhatian. Penyelesaian hukum memungkinkan klaim dan bukti dievaluasi secara objektif oleh otoritas yang berwenang, sehingga keputusan yang diambil berdasar pada fakta dan ketentuan hukum yang relevan.

Pandangan netral dan pentingnya proses legal

Sikap menempuh jalur hukum yang diungkapkan wali kota bersifat normatif; yakni mengingatkan bahwa penyelesaian sengketa tidak cukup hanya berdasarkan dorongan emosional atau tekanan publik. Penyelesaian yang formal lewat mekanisme hukum diharapkan memberikan kepastian serta legitimasi pada hasil yang dicapai.

Kasus yang menjadi sorotan publik ini menjadi seruan bagi pihak terkait untuk memanfaatkan mekanisme yang tersedia. Dengan mengikuti proses hukum, pihak-pihak yang bersengketa dapat memperoleh kepastian status kepemilikan serta penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemantauan dan harapan masyarakat

Masyarakat diperkirakan akan mengamati jalannya proses penyelesaian tersebut. Pernyataan wali kota yang menekankan penyelesaian secara hukum bertujuan meredam potensi salah paham dan memastikan bahwa upaya penyelesaian berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara keseluruhan, pernyataan itu menegaskan bahwa penegakan hukum dan tata prosedur resmi menjadi jalan yang diharapkan untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan terkait nenek Elina, dengan tujuan agar hasilnya adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Tangkap Dua Pengedar Sabu dan Cartridge Vape Berisi Etomidate di Jakbar

13 Januari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Sela Terkait Kasus Korupsi Chromebook

12 Januari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

KPK Tanggapi Kemungkinan Memanggil Pemda Maluku Utara dalam Kasus PT WP

11 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp6,38 Miliar dari Empat Tersangka dan Seorang Pegawai Pajak

11 Januari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Mentan Minta Kasus Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang Diusut Secara Menyeluruh

10 Januari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Hukum