BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Makam Kuno Menunjukkan Bukti Koleksi Satwa Langka

Penemuan baru dari sebuah makam kerajaan di China memperlihatkan bahwa kalangan bangsawan pada masa kuno mungkin telah mengumpulkan koleksi satwa langka. Temuan ini diperkirakan berasal dari lebih dari 3.000 tahun lalu dan menghadirkan sudut pandang baru tentang hubungan manusia dengan fauna langka di masa lampau.

Jejak koleksi di dalam makam

Di dalam struktur makam tersebut, para peneliti menemukan bukti fisik yang menandakan keberadaan berbagai hewan yang dianggap tidak umum. Benda-benda dan sisa-sisa yang ditemukan dalam konteks pemakaman memberikan petunjuk bahwa binatang-binatang itu disimpan atau ditempatkan dengan tujuan tertentu, yang kemungkinan terkait status sosial serta praktik adat pada masa itu.

Interpretasi arkeologi dan budaya

Analisis terhadap konteks penemuan menunjukkan bahwa pengumpulan satwa langka tidak semata-mata bersifat kebetulan, melainkan terorganisir dan disengaja. Hal ini membuka kemungkinan bahwa koleksi seperti ini menjadi simbol kekuasaan, prestise, atau bagian dari ritual kebudayaan. Temuan tersebut memperkaya pemahaman tentang bagaimana kelompok elit memanfaatkan fauna selain sebagai sumber daya ekonomi.

Kontribusi terhadap pemahaman sejarah manusia dan fauna

Penemuan koleksi satwa langka di makam kerajaan membantu mengisi celah pengetahuan mengenai interaksi manusia dan hewan pada periode kuno. Selain memberi gambaran tentang pilihan binatang yang dipelihara atau dikumpulkan, bukti ini juga menjadi dasar untuk mempelajari nilai-nilai simbolis yang melekat pada fauna tertentu dalam konteks sosial dan ritus pemakaman.

Metode penelitian

Para peneliti menggunakan pendekatan arkeologis untuk memetakan lokasi temuan dan menentukan hubungan antara artefak dengan struktur makam. Pendekatan ini melibatkan dokumentasi rinci serta studi kontekstual yang diperlukan untuk memahami fungsi dari benda-benda terkait satwa tersebut dalam praktik sosial masa lalu.

Signifikansi temuan

Temuan koleksi satwa langka yang diperkirakan berusia lebih dari tiga milenium ini menjadi bukti penting mengenai kompleksitas budaya elit di China kuno. Selain menambah data arkeologis, penemuan ini juga mengundang kajian lebih lanjut terkait cara masyarakat kuno memaknai dan memanfaatkan keberadaan fauna langka dalam kehidupan sehari-hari dan upacara-upacara penting.

Langkah selanjutnya

Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengelaborasi rincian temuan serta menempatkannya pada kerangka sejarah yang lebih luas. Studi komparatif dengan situs lain dan analisis tambahan akan membantu menegaskan hipotesis tentang peran koleksi satwa dalam masyarakat bangsawan serta dampaknya terhadap persepsi manusia terhadap fauna langka di masa lalu.

Secara keseluruhan, temuan di makam kerajaan ini menawarkan wawasan baru tentang praktik kebudayaan yang melibatkan satwa langka dan menyoroti pentingnya pendekatan arkeologis untuk memahami hubungan kompleks antara manusia dan dunia hewan pada masa lampau.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menbud Fadli Zon Ajak Perkuat Ekosistem Keroncong sebagai Ruang Regenerasi dan Silaturahmi

10 Januari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora