BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal Danantara Gelar Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Bernilai 7 Miliar Dolar AS Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas IDAI: Indonesia Masih Butuh Sekitar 400 Konsultan Jantung Anak

Politik

Menlu Sugiono: Traktat RI-Australia Bentuk Forum Konsultasi Keamanan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Traktat Keamanan RI-Australia Dirancang Untuk Forum Konsultasi

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa perjanjian keamanan antara Republik Indonesia dan Australia akan menghadirkan sebuah forum konsultasi khusus yang difokuskan pada isu-isu keamanan bersama. Menurutnya, mekanisme ini dimaksudkan untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara kedua negara dalam menangani tantangan keamanan.

Tujuan forum

Forum konsultasi yang tercantum dalam traktat diposisikan sebagai ruang dialog yang memungkinkan kedua negara saling bertukar pandangan mengenai ancaman dan perkembangan keamanan yang berdampak pada kawasan. Penyusunan mekanisme konsultasi dipandang penting untuk membangun kanal komunikasi formal yang dapat digunakan dalam situasi rutin maupun ketika terjadi permasalahan yang memerlukan koordinasi bilateral.

Peran dalam hubungan bilateral

Langkah pembentukan forum ini menandai upaya memperdalam kerja sama antara Jakarta dan Canberra di bidang keamanan. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen yang memperkuat hubungan, dengan menyediakan wadah untuk pembahasan kebijakan, pemetaan risiko, serta pengembangan langkah-langkah bersama yang relevan dengan kepentingan kedua negara.

Manfaat bagi stabilitas kawasan

Selain penguatan tata kelola bilateral, forum konsultasi juga dilihat memiliki potensi kontribusi terhadap stabilitas kawasan secara lebih luas. Dengan adanya saluran resmi untuk dialog, kedua negara dapat lebih cepat menyelaraskan pandangan dan merespons dinamika keamanan yang memengaruhi kepentingan regional.

Pentingnya komunikasi berkelanjutan

Sugiono menekankan pentingnya kontinuitas dan keteraturan pertemuan di dalam forum tersebut. Komunikasi yang intensif dan terjadwal dinilai krusial agar hasil pertemuan dapat ditindaklanjuti secara efektif dan membuahkan langkah-langkah konkret yang mendukung keamanan bersama.

Penutup

Pendekatan melalui mekanisme konsultasi ini menunjukkan fokus kedua negara untuk menjadikan dialog sebagai alat utama dalam mengelola isu-isu keamanan. Pengaturan yang jelas dalam traktat diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih terstruktur dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Menerima Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese

6 Februari 2026 - 10:30 WIB

Jadi Hakim MK, Adies Kadir Menyatakan Akan Menjauh dari Perkara Bertaut Golkar

5 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Komisi VII DPR RI Gelar Pengawasan di Kawasan PIK 2 Tangerang

5 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

DPR Minta Titik Gerakan Pangan Murah Diperluas di Kawasan Terdampak Bencana

4 Februari 2026 - 21:31 WIB

ANTARA News

Anggota DPR Dorong BPJS-TK Perkuat Perlindungan bagi PMI dan Pekerja Informal

4 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik