BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal Danantara Gelar Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Bernilai 7 Miliar Dolar AS Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas IDAI: Indonesia Masih Butuh Sekitar 400 Konsultan Jantung Anak

Warta Bumi

Menteri PU Tekankan Penanganan Cepat Longsor di Aceh Tengah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan perlunya penanganan cepat terhadap pergerakan tanah atau longsoran yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah. Pernyataan ini ditekankan untuk memastikan upaya pemulihan dan pencegahan dilaksanakan dengan segera guna mengurangi dampak lebih lanjut.

Menurut pernyataan yang disampaikan, perhatian penuh terhadap kondisi lapangan menjadi hal utama agar langkah-langkah mitigasi dan perbaikan dapat dilaksanakan tanpa penundaan. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk melindungi warga terdampak dan infrastruktur serta meminimalkan risiko berulang.

Prioritas respons dan pemantauan

Dalam menanggapi pergerakan tanah, prioritas yang disebutkan meliputi pemantauan lokasi terdampak dan koordinasi untuk menentukan langkah teknis yang diperlukan. Pemantauan berkala diharapkan dapat membantu menentukan karakteristik pergerakan tanah sehingga tindakan yang diambil lebih tepat sasaran.

Menegaskan penanganan yang cepat juga berarti mempercepat proses evaluasi kondisi setempat, termasuk identifikasi titik yang rawan dan kebutuhan penanganan darurat. Kecepatan respons dianggap krusial agar langkah-langkah awal seperti pengamanan lokasi dan perlindungan terhadap masyarakat dapat segera dilaksanakan.

Pentingnya koordinasi dan kesiapan

Pernyataan Menteri menyoroti pentingnya koordinasi antar pihak terkait serta kesiapan teknis di lapangan. Kesiapan ini meliputi kemampuan untuk melakukan tindakan awal yang sesuai kondisi, serta kemampuan untuk menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang sesuai hasil kajian di lokasi.

Dengan penanganan yang cepat dan terkoordinasi, dampak akibat pergerakan tanah diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus mempercepat proses pemulihan area terdampak. Penekanan pada koordinasi juga berkaitan dengan distribusi sumber daya dan informasi yang akurat untuk masyarakat setempat.

Langkah ke depan

Imbauan mengenai penanganan segera menunjukkan komitmen untuk menangani permasalahan fisik di lapangan secara tuntas. Tindakan awal dan evaluasi yang cepat menjadi langkah penting sebelum menetapkan program perbaikan yang lebih komprehensif.

Pernyataan menteri ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait bahwa respons terhadap bencana atau peristiwa geologi perlu dilaksanakan secara cepat dan terencana untuk melindungi keselamatan publik dan menjaga keberlanjutan infrastruktur serta lingkungan di wilayah terdampak.

Foto: Warta Bumi

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

6 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

6 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

KLH Terapkan Sanksi ke 150 Pelaku Horeka di Bali karena Tidak Olah Sampah Mandiri

6 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Pemkab Tegal: Pergerakan Tanah di Wilayahnya Masih Berlangsung Dinamis

4 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Pemerintah Alokasikan Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas di Lampung

4 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi