Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Akui Penampilan Belum Maksimal saat Hadapi Ganda Thailand BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi FAKTA: Penonaktifan Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Dinilai Mengancam Nyawa Pasien Gagal Ginjal Danantara Gelar Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Bernilai 7 Miliar Dolar AS Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

Warta Bumi

Basarnas Lanjutkan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Secara Terbatas

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Basarnas Teruskan Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengumumkan kelanjutan operasi pencarian korban longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Kegiatan ini dilakukan dalam skala terbatas sesuai kondisi lapangan dan pertimbangan keselamatan para petugas.

Pencarian yang dilanjutkan oleh tim SAR difokuskan pada area yang dinilai masih memungkinkan untuk dilakukan pencarian tanpa menimbulkan risiko berlebih. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya awal yang telah dilakukan sejak laporan longsor diterima, dengan penyesuaian taktik dan jangkauan operasi sesuai perkembangan situasi.

Pelaksanaan operasi secara terbatas mencakup identifikasi titik prioritas, evaluasi risiko, serta penyesuaian jumlah personel yang diterjunkan. Meskipun tidak semua area dapat dikovers, Basarnas berupaya mengefektifkan tindakan dengan memusatkan sumber daya pada lokasi yang memiliki peluang terbesar untuk menemukan korban.

Selain tim Basarnas, operasi di lapangan melibatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di tingkat lokal. Pendekatan ini dimaksudkan agar alur informasi dan dukungan lapangan berjalan baik sehingga upaya pencarian dapat dilaksanakan lebih terstruktur.

Pihak berwenang juga terus memantau perkembangan situasi di lokasi longsor. Keputusan untuk mempertahankan pencarian dengan pembatasan tertentu mengambil pertimbangan keselamatan dan kondisi teknis di daerah terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari manajemen risiko operasi SAR yang mempertimbangkan keseimbangan antara kecepatan tanggap dan perlindungan personel.

Masyarakat setempat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan aparat serta petugas di lapangan agar proses pencarian dan penanganan pasca-bencana dapat berlangsung tertib. Dukungan informasi dari warga, seperti laporan situasi di lapangan, turut membantu tim dalam menentukan titik yang perlu mendapat prioritas dalam pencarian.

Gambar dan dokumentasi dari lokasi kejadian yang beredar menunjukkan kondisi area terdampak yang tetap menjadi perhatian tim. Dokumentasi tersebut juga menjadi acuan dalam perencanaan tindakan lanjutan, termasuk penilaian aksesibilitas dan potensi bahaya lanjutan yang dapat mempengaruhi operasional tim SAR.

Basarnas menegaskan komitmennya untuk melanjutkan upaya pencarian sesuai kapasitas yang memungkinkan dan menyesuaikan langkah jika terdapat perubahan kondisi. Keputusan operasional akan terus disesuaikan berdasarkan penilaian tim di lapangan serta masukan dari instansi terkait.

Sampai saat ini, fokus utama tim adalah menjalankan pencarian sebaik mungkin di area yang masih bisa diakses, sambil memastikan keselamatan personel. Langkah-langkah pencegahan tetap diterapkan selama operasi berlangsung, demi kelancaran dan keamanan proses tanggap darurat di lokasi longsor.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BMKG: Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

6 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Menteri PU Tekankan Penanganan Cepat Longsor di Aceh Tengah

6 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

KLH Terapkan Sanksi ke 150 Pelaku Horeka di Bali karena Tidak Olah Sampah Mandiri

6 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Pemkab Tegal: Pergerakan Tanah di Wilayahnya Masih Berlangsung Dinamis

4 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Pemerintah Alokasikan Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas di Lampung

4 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi