Menlu Iran Sebut Putaran Kedua Negosiasi Tak Langsung dengan AS Berjalan Konstruktif MKD: Proses Pencalonan Adies sebagai Hakim MK Tidak Menemukan Pelanggaran Etik Korban Terkejut Pembobol Rumah Ternyata Pacar Anaknya Naluri Berdagang Bantu Pesmi Mengatasi Stres Pascabencana di Tanah Minangkabau Maman Abdurrahman Tegaskan Penjualan UMKM di Sumut dan Sumbar Kembali Normal Polda Jabar Musnahkan 4.599 Knalpot Bising untuk Tekan Polusi dan Jaga Ketertiban

Ekonomi

Maman Abdurrahman Tegaskan Penjualan UMKM di Sumut dan Sumbar Kembali Normal

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri: Penjualan UMKM di Sumut dan Sumbar Sudah Normal

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa aktivitas penjualan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) kini telah kembali ke kondisi normal. Pernyataan itu disampaikan Maman sehubungan dengan perkembangan terakhir di kedua provinsi tersebut.

Menurut Maman, kondisi penjualan yang normal menjadi sinyal penting bagi keberlanjutan usaha-usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kembalinya aktivitas dagang ke jalur yang biasa dinilai krusial untuk menjaga pemasukan pelaku UMKM serta stabilitas mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor ini.

Dampak bagi pelaku UMKM

Bagi pemilik dan pengelola UMKM, situasi penjualan yang membaik berarti ada peluang untuk merencanakan usaha dengan lebih pasti, termasuk pengaturan stok, pemasaran, dan pengelolaan keuangan usaha. Kondisi tersebut juga memungkinkan para pelaku usaha fokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan tanpa tekanan gangguan aktivitas perdagangan.

Signifikansi ekonomi regional

Normalnya aktivitas penjualan di Sumut dan Sumbar memiliki implikasi yang lebih luas bagi perekonomian regional. UMKM berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan sirkulasi ekonomi lokal. Ketika arus penjualan berjalan sebagaimana mestinya, hal ini turut menunjang stabilitas ekonomi di tingkat provinsi.

Pentingnya pemantauan berkelanjutan

Meskipun Maman menyatakan kondisi penjualan telah kembali normal, pemantauan terus-menerus tetap diperlukan agar situasi tersebut bertahan. Langkah-langkah pemantauan dapat membantu mendeteksi hambatan yang muncul dan menyiapkan respons cepat ketika diperlukan. Upaya pemeliharaan kondisi stabil ini penting agar keuntungan yang dirasakan pelaku UMKM tidak bersifat sementara.

Peran dukungan dan kebijakan

Keberlangsungan kondisi normal bagi UMKM juga berkaitan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha sendiri, pemerintah daerah, dan pelaku usaha sektor lain. Kebijakan yang responsif dan dukungan operasional dapat memperkuat daya tahan UMKM dalam menghadapi tantangan usaha sehari-hari.

Meskipun pernyataan mengenai kembalinya aktivitas penjualan memberi harapan, perhatian terhadap langkah-langkah pelestarian kondisi tersebut tetap penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM dan masyarakat luas di Sumut dan Sumbar.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan, Dipengaruhi Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed

18 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Analis: Ekspansi Regional Chandra Asri Perkuat Industri Petrokimia Indonesia

18 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dua Investor Asing Masuk ke Lombok Tengah pada Awal 2026, Catatan Pemerintah Daerah

17 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Selasa Pagi: UBS Rp2,988 Juta/gr, Galeri24 Rp2,971 Juta/gr

17 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Saqu Luncurkan Sunrise Society Vol.4 “The Circle” untuk Menarik Nasabah Generasi Produktif

15 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi