Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Erik Hermawan, menekankan pentingnya penguatan kebijakan terpadu dalam upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah. Dalam pernyataannya, Erik mengingatkan bahwa fluktuasi nilai tukar dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
Menurut Erik, stabilitas mata uang sangat penting untuk menciptakan kepercayaan di kalangan investor, baik domestik maupun asing. Ia menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia harus sinergis dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Dalam konteks ini, penguatan kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Erik menjelaskan bahwa faktor eksternal, seperti kebijakan moneter negara maju dan harga komoditas global, juga berperan dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi akibat faktor-faktor tersebut.
Erik menyatakan, “Kami berharap pemerintah dan Bank Indonesia dapat bekerja sama lebih intensif dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Hal ini penting agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan fluktuasi harga barang dan jasa yang dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar.”
Dia juga menekankan perlunya komunikasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, diharapkan stabilitas rupiah dapat terjaga dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih positif.
Dalam diskusi yang lebih luas, anggota DPR lainnya juga mengungkapkan pandangan serupa, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Mereka sepakat bahwa kebijakan yang tepat dan terintegrasi dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan yang ada.
Erik menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam konteks nilai tukar rupiah. “Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang baik, kita bisa menciptakan iklim ekonomi yang lebih baik bagi semua,” ujarnya.
Foto: ANTARA News






