Bakamla Bersama Warga Pulihkan Akses Jalan Kampung Makoa
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melakukan aksi bersama masyarakat setempat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Kampung/Desa Makoa di wilayah Sitaro. Upaya ini dilakukan menyusul terjadinya banjir yang menyebabkan timbunan tanah dan material lain menutup jalur vital bagi mobilitas penduduk.
Longsoran yang menutupi akses utama menyebabkan gangguan pada kegiatan sehari-hari masyarakat. Dengan berkoordinasi bersama warga, tim dari Bakamla melaksanakan pembersihan material untuk membuka kembali jalan yang terhalang. Kegiatan ini bertujuan agar arus transportasi, distribusi kebutuhan pokok, dan aktivitas sosial ekonomi di kampung dapat kembali berjalan seperti semula.
Pembersihan akses dilakukan secara bergotong-royong antara personel Bakamla dan warga setempat. Kerja sama ini memperlihatkan respons cepat setelah banjir merusak kondisi infrastruktur lokal. Pemulihan akses dianggap prioritas untuk mengurangi dampak lanjutan terhadap masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian material longsor menumpuk di titik-titik yang membuat jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Dengan upaya pembersihan bersama, jalur tersebut secara bertahap dibersihkan sehingga memberikan ruang bagi lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan kecil untuk melintas kembali. Langkah-langkah ini juga membantu mempercepat penyaluran bantuan dan kebutuhan mendesak ke warga yang memerlukan.
Sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam menanggulangi dampak bencana yang bersifat mendadak. Kehadiran tim Bakamla di lokasi tidak hanya mendukung upaya pembersihan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kelancaran operasi di lapangan. Partisipasi warga menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam mitigasi bencana skala lokal.
Setelah pembersihan awal, akses jalan diharapkan dapat digunakan kembali meskipun mungkin diperlukan penanganan lanjutan untuk memperbaiki kerusakan permanen jika ada. Pemulihan total jalur transportasi biasanya melibatkan langkah perbaikan infrastruktur yang lebih mendalam, namun tindakan darurat seperti yang dilakukan oleh Bakamla dan warga segera mengurangi gangguan yang paling mendesak.
Peristiwa ini menjadi pengingat tentang kerentanan akses transportasi di daerah rawan cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan serta kerja sama antar pihak saat bencana terjadi. Penanganan cepat terhadap material longsor menjadi langkah awal untuk mengembalikan aktivitas normal serta menjaga keselamatan masyarakat di kampung terdampak.
Catatan: Foto terkait kegiatan pembersihan menunjukkan proses kerja bersama antara petugas dan warga dalam membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Kampung/Desa Makoa.
Foto: ANTARA News






