Menhub: DIY Masuk Empat Besar Tujuan Libur Lebaran, Proyeksi 8,2 Juta Pergerakan Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis Penjara Seumur Hidup Genesis Masuki Tahap Konsultasi Pelanggan, Siap Memasuki Pasar Otomotif Indonesia Profesor Aditya Perdana Ajukan Empat Agenda Utama untuk Reformasi Politik Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP, RI Minta Solusi Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

Ekonomi

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 431,7 Miliar Dolar AS pada Triwulan IV 2025

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bank Indonesia Laporkan Peningkatan Utang Luar Negeri pada Triwulan IV 2025

Jakarta — Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 meningkat menjadi 431,7 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 427,6 miliar dolar AS.

Perbedaan nilai ULN antara kedua periode tersebut mencapai 4,1 miliar dolar AS. Jika dihitung secara persentase, kenaikan ini berkisar sekitar 0,96 persen dari level triwulan sebelumnya.

BI menyampaikan data tersebut sebagai bagian dari pemantauan kondisi eksternal negara. Laporan berkala mengenai posisi utang luar negeri merupakan salah satu indikator yang dipantau untuk memahami hubungan ekonomi domestik dengan pasar internasional.

Angka ULN yang dipublikasikan BI mencakup keseluruhan kewajiban luar negeri pemerintah, korporasi, serta sektor nonresiden yang beroperasi di dalam negeri. Nilai total tersebut sering digunakan oleh analis dan pembuat kebijakan untuk menilai eksposur eksternal dan kebutuhan pembiayaan dari luar negeri.

Mengikuti publikasi data triwulanan, berbagai pemangku kepentingan biasanya meninjau komposisi dan tren ULN untuk menilai dinamika fiskal dan moneter. Pergerakan angka utang luar negeri menjadi salah satu bahan kajian dalam penyusunan kebijakan ekonomi makro.

Dengan peningkatan menjadi 431,7 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, perhatian terhadap perkembangan ULN tetap menjadi bagian dari pengamatan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Laporan triwulanan seperti yang diterbitkan BI menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait untuk memantau arah dan laju utang luar negeri dari waktu ke waktu.

Guna melengkapi informasi visual yang menyertai publikasi data, tersedia gambar terkait laporan ULN yang memberikan konteks ilustratif atas rilis statistik tersebut.

Angka resmi dan rincian lebih lanjut mengenai komposisi ULN biasanya dapat diakses melalui publikasi dan siaran pers Bank Indonesia yang menerangkan posisi eksternal Negara pada periode yang bersangkutan.

Ringkasan data triwulanan ini menjadi sumber utama bagi pihak yang berkepentingan dalam menilai kondisi eksternal, baik bagi pembuat kebijakan, pelaku pasar, maupun pengamat ekonomi.

Dengan demikian, laporan BI tentang kenaikan ULN pada triwulan IV 2025 menjadi bagian dari gambaran lebih luas mengenai kondisi keuangan dan hubungan ekonomi Indonesia dengan dunia internasional.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prabowo Paparkan Strategi Pemerintah Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Saat Bertemu Pebisnis AS

19 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Ringkasan Ekonomi Rabu: 1.000 Kopdes Merah Putih dan Sorotan pada Status Persero Antam & PTBA

19 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Harga Cabai Merah Besar dan Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati Naik

19 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Sidak Pasar Jelang Ramadan, Pemkab Kubu Raya Temukan Lonjakan Harga Bahan Pokok

18 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Maman Abdurrahman Tegaskan Penjualan UMKM di Sumut dan Sumbar Kembali Normal

18 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi