Bank Indonesia Laporkan Peningkatan Utang Luar Negeri pada Triwulan IV 2025
Jakarta — Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 meningkat menjadi 431,7 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 427,6 miliar dolar AS.
Perbedaan nilai ULN antara kedua periode tersebut mencapai 4,1 miliar dolar AS. Jika dihitung secara persentase, kenaikan ini berkisar sekitar 0,96 persen dari level triwulan sebelumnya.
BI menyampaikan data tersebut sebagai bagian dari pemantauan kondisi eksternal negara. Laporan berkala mengenai posisi utang luar negeri merupakan salah satu indikator yang dipantau untuk memahami hubungan ekonomi domestik dengan pasar internasional.
Angka ULN yang dipublikasikan BI mencakup keseluruhan kewajiban luar negeri pemerintah, korporasi, serta sektor nonresiden yang beroperasi di dalam negeri. Nilai total tersebut sering digunakan oleh analis dan pembuat kebijakan untuk menilai eksposur eksternal dan kebutuhan pembiayaan dari luar negeri.
Mengikuti publikasi data triwulanan, berbagai pemangku kepentingan biasanya meninjau komposisi dan tren ULN untuk menilai dinamika fiskal dan moneter. Pergerakan angka utang luar negeri menjadi salah satu bahan kajian dalam penyusunan kebijakan ekonomi makro.
Dengan peningkatan menjadi 431,7 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, perhatian terhadap perkembangan ULN tetap menjadi bagian dari pengamatan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Laporan triwulanan seperti yang diterbitkan BI menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait untuk memantau arah dan laju utang luar negeri dari waktu ke waktu.
Guna melengkapi informasi visual yang menyertai publikasi data, tersedia gambar terkait laporan ULN yang memberikan konteks ilustratif atas rilis statistik tersebut.
Angka resmi dan rincian lebih lanjut mengenai komposisi ULN biasanya dapat diakses melalui publikasi dan siaran pers Bank Indonesia yang menerangkan posisi eksternal Negara pada periode yang bersangkutan.
Ringkasan data triwulanan ini menjadi sumber utama bagi pihak yang berkepentingan dalam menilai kondisi eksternal, baik bagi pembuat kebijakan, pelaku pasar, maupun pengamat ekonomi.
Dengan demikian, laporan BI tentang kenaikan ULN pada triwulan IV 2025 menjadi bagian dari gambaran lebih luas mengenai kondisi keuangan dan hubungan ekonomi Indonesia dengan dunia internasional.
Foto: ANTARA News






