Menhub: DIY Masuk Empat Besar Tujuan Libur Lebaran, Proyeksi 8,2 Juta Pergerakan Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis Penjara Seumur Hidup Genesis Masuki Tahap Konsultasi Pelanggan, Siap Memasuki Pasar Otomotif Indonesia Profesor Aditya Perdana Ajukan Empat Agenda Utama untuk Reformasi Politik Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP, RI Minta Solusi Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

Humaniora

Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bubur Peca’ dan Amparan Tatak Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional

Dua hidangan populer untuk berbuka puasa di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yakni bubur peca’ dan amparan tatak, mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional. Kedua panganan ini merupakan bagian penting dari tradisi buka puasa warga Samarinda dan kini memiliki status yang menegaskan nilai budaya serta identitas lokalnya.

Bagian dari Tradisi Berbuka Warga Samarinda

Bubur peca’ dan amparan tatak dikenal luas sebagai takjil yang biasa dinikmati ketika waktu berbuka. Bagi masyarakat Samarinda, kedua hidangan ini lebih dari sekadar makanan; mereka berperan sebagai penanda suasana kebersamaan selama Ramadan. Kehadiran takjil tersebut di meja berbuka telah menjadi rutinitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Makna Budaya dan Sosial

Pengakuan sebagai warisan budaya nasional menempatkan bubur peca’ dan amparan tatak pada posisi penting dalam upaya pelestarian tradisi kuliner daerah. Status ini membantu memperkuat identitas kuliner lokal dan mendorong perhatian terhadap peran makanan tradisional dalam kehidupan sosial dan budaya komunitas Samarinda. Di sisi lain, pengakuan tersebut juga membuka ruang untuk pelestarian pengetahuan dan praktik terkait kedua hidangan.

Peran Komunitas dan Generasi Muda

Pelestarian warisan kuliner tidak lepas dari peran aktif masyarakat setempat. Tradisi penyajian, kebiasaan berbuka bersama, dan upaya meneruskan resep serta cara penyajian kepada generasi muda menjadi unsur penting agar kebiasaan ini tetap hidup. Pengakuan resmi di tingkat nasional diharapkan mendorong langkah-langkah lebih terstruktur untuk menjaga keberlangsungan kedua hidangan dalam kehidupan sehari-hari warga Samarinda.

Nilai Lokal yang Mendunia

Dengan pengakuan tersebut, bubur peca’ dan amparan tatak berpeluang menjadi simbol budaya Samarinda yang lebih dikenal di luar lingkungan lokal. Status warisan budaya nasional dapat meningkatkan visibilitas kuliner tradisional ini, sekaligus menegaskan bahwa ragam kuliner nusantara merupakan bagian berharga dari warisan budaya yang perlu dilindungi dan dipromosikan.

Tantangan Pelestarian

Meskipun memiliki nilai budaya yang jelas, pelestarian makanan tradisional sering menghadapi tantangan, antara lain pergeseran selera generasi muda, perubahan gaya hidup, dan tekanan modernisasi. Pengakuan sebagai warisan budaya nasional menjadi langkah awal yang strategis, namun keberlanjutan upaya konservasi juga bergantung pada keterlibatan masyarakat, dukungan lembaga terkait, serta adanya program yang mendorong praktik turun-temurun tetap hidup.

Kesimpulan

Bubur peca’ dan amparan tatak merupakan dua takjil khas Samarinda yang kini mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional. Pengakuan ini menegaskan pentingnya kedua hidangan dalam tradisi buka puasa setempat dan memberikan momentum untuk memperkuat pelestarian, transmisi budaya, serta memperluas pengenalan terhadap warisan kuliner Samarinda.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Naluri Berdagang Bantu Pesmi Mengatasi Stres Pascabencana di Tanah Minangkabau

18 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemenkes: Praktik Puasa yang Tepat Dukung Ketahanan Mental di Era Modern

18 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Akademisi STIH Muhammadiyah Takengon Ajak Siswa SD Negeri 11 Pegasing Tetap Bersekolah di Tengah Bencana

18 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

17 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Umat Islam Malaysia Mulai Menjalankan Puasa Ramadhan 1447 H pada 19 Februari

17 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora