Jakarta – Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan pakaian bekas atau membeli barang melalui praktik thrifting. Menurutnya, penggunaan pakaian second-hand berpotensi membawa risiko penularan infeksi kulit jika tidak ditangani dengan benar.
Tren thrifting yang kian populer di kalangan berbagai usia memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, namun juga menuntut kewaspadaan dari konsumen. dr. Fitria mengingatkan bahwa pakaian yang pernah dipakai orang lain dapat terkontaminasi oleh berbagai mikroorganisme atau kondisi kulit yang menular, sehingga perlu sikap selektif dan langkah pencegahan sebelum dikenakan.
Perlunya Pemeriksaan dan Kebersihan
Dalam konteks ini, pemeriksaan visual terhadap kondisi pakaian menjadi langkah awal yang penting. Periksa adanya noda, bau tak biasa, atau kerusakan yang mungkin menunjukkan pakaian disimpan dalam kondisi tidak higienis. Jika ragu, sebaiknya pakaian tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
dr. Fitria menekankan pentingnya kesadaran pribadi saat memilih dan menggunakan barang bekas. Konsumen dianjurkan untuk mempertimbangkan jenis pakaian yang dibeli — beberapa jenis pakaian yang bersentuhan langsung dengan area tubuh sensitif memerlukan kehati-hatian lebih besar.
Sikap Selektif dan Bijak
Selain langkah kebersihan, keputusan membeli juga harus dilakukan secara selektif. Memilih penjual terpercaya, mengecek reputasi toko atau platform thrifting, serta memperhatikan cara penyimpanan barang di tempat penjualan dapat membantu mengurangi risiko. Bila menemukan tanda-tanda pakaian yang tampak lembap atau disimpan sembarangan, sebaiknya menolak pembelian.
Penting pula bagi konsumen untuk memahami bahwa meskipun pakaian bekas menawarkan harga terjangkau dan nilai estetika, aspek kesehatan tidak boleh diabaikan. Kesadaran ini akan membantu menjaga keselamatan pemakai sekaligus mendukung praktik thrifting yang bertanggung jawab.
Pesan Penutup
dr. Fitria mengajak masyarakat untuk tetap menikmati manfaat thrifting namun secara bersamaan menerapkan kehati-hatian. Dengan langkah sederhana seperti memeriksa kondisi pakaian dan memastikan kebersihan sebelum dipakai, konsumen dapat meminimalkan risiko yang mungkin timbul dari penggunaan pakaian bekas.
Tren pakaian bekas tetap dapat menjadi pilihan yang baik jika dilaksanakan dengan cara yang aman dan terinformasi.
Foto: ANTARA News






