Kapuas, Kalimantan Barat — Hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu, 10 Januari 2026, menyebabkan meluapnya sejumlah titik di Kabupaten Sanggau sehingga mengakibatkan putusnya akses perbatasan antara Sanggau dan Malaysia.
Bencana banjir yang dipicu hujan intens tersebut membuat arus lalu lintas di jalur perbatasan tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Kondisi ini berpengaruh pada mobilitas warga serta akses antarwilayah di kawasan perbatasan yang selama ini kerap menjadi jalur lintas orang dan barang.
Foto yang beredar menunjukkan suasana di lapangan dan memperlihatkan keterlibatan aparat di wilayah setempat. Salah satu gambar memperlihatkan Dandim Sanggau sedang berada di lokasi, menunjukkan adanya pemantauan langsung oleh unsur TNI bersama pihak terkait.
Pemutusan akses perbatasan akibat banjir menimbulkan tantangan bagi upaya penanganan darurat dan logistik. Sejumlah pihak diminta tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan masyarakat, terutama di daerah yang rentan terendam air. Kondisi cuaca yang masih basah menjadi perhatian penting karena potensi bertambahnya genangan air jika hujan kembali turun dalam intensitas tinggi.
Hingga saat ini, otoritas setempat terus memantau situasi untuk menentukan langkah-langkah lanjutan. Koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan instansi terkait diperlukan untuk menilai tingkat kerusakan infrastruktur serta kebutuhan mendesak masyarakat di kawasan terdampak.
Sementara akses resmi antara Sanggau dan daerah di seberang perbatasan tetap tertutup, warga dan pelaku usaha diminta menyesuaikan rencana perjalanan dan pengiriman barang. Informasi resmi mengenai pembukaan kembali jalur perbatasan dan perkembangan kondisi lapangan diharapkan disampaikan oleh pihak berwenang setelah evaluasi situasi selesai dilakukan.
Penting bagi masyarakat untuk mengikuti arahan dari instansi terkait dan menghindari kawasan yang terdampak banjir demi keamanan. Selain itu, warga dianjurkan selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi pemerintah daerah dan aparat setempat agar memperoleh petunjuk dan bantuan yang diperlukan.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Penilaian cepat atas kondisi infrastruktur serta kesiapan tim tanggap darurat akan menentukan kecepatan pemulihan akses vital seperti jalur perbatasan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tetap memprioritaskan keselamatan sampai kondisi dinyatakan aman kembali.
Foto: ANTARA News






