Ibu Kandung NS Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Peristiwa di Sukabumi Tyrese Maxey Pecahkan Rekor Tripoin Sepanjang Masa 76ers dalam Kemenangan 124-117 atas Heat DPR Desak Proses Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan Berjalan Transparan dan Profesional Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H Pertemuan Hangat Prabowo dan MBZ Perkokoh Kemitraan Strategis RI-PEA

Dunia

Iran Nyatakan Siap Capai Kesepakatan Nuklir dengan AS Sesegera Mungkin

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Teheran Siap Mencapai Kesepakatan Nuklir dengan Amerika Serikat

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyampaikan pada Selasa (24/2) bahwa pemerintah Teheran siap untuk mencapai sebuah kesepakatan terkait program nuklir dengan Amerika Serikat secepat mungkin. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya itikad dari pihak Iran untuk melanjutkan pembicaraan yang berkaitan dengan isu nuklir.

Iran-AS

Takht-Ravanchi, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, menyampaikan kesiapan ini dalam pernyataan yang dilaporkan pada tanggal tersebut. Meskipun rincian lebih lanjut mengenai isi pernyataan atau langkah konkret yang akan diambil tidak diuraikan secara rinci dalam laporan singkat itu, pengumuman ini menjadi sinyal penting tentang posisi resmi Iran dalam dinamika hubungan bilateral terkait isu nuklir.

Pernyataan mengenai kesediaan untuk mencapai kesepakatan menyiratkan adanya harapan agar perundingan dapat dimajukan atau diselesaikan dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini menjadi poin penting bagi pemangku kepentingan yang mengikuti perkembangan regional dan internasional, mengingat isu nuklir menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian luas dari berbagai pihak.

Dalam konteks pernyataan resmi seperti yang disampaikan Takht-Ravanchi, kebijakan diplomatik sering kali mencerminkan upaya untuk membuka ruang dialog. Pernyataan tentang kesiapan bersepakat biasanya dimaknai sebagai langkah untuk menciptakan momentum negosiasi, meskipun pernyataan itu sendiri tidak selalu memaparkan jadwal, mekanisme, atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak terkait.

Laporan singkat yang memuat pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran tersebut tidak memasukkan rincian tambahan tentang kemungkinan pertemuan, mediator, atau fase teknis dari proses perundingan. Oleh karena itu, perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada komunikasi lanjutan dari otoritas terkait dan respons dari pihak lain yang terlibat.

Bagi pengamat dan pihak yang berkepentingan, pernyataan resmi semacam ini biasanya menjadi salah satu indikator apakah kedua belah pihak bersedia untuk melanjutkan pembicaraan secara konstruktif. Namun, tanpa keterangan yang lebih luas, pernyataan tentang kesiapan mencapai kesepakatan tetap berbentuk deklarasi niat yang memerlukan tindak lanjut agar berubah menjadi langkah nyata.

Pemerintah Iran dan berbagai pihak internasional yang memantau isu ini kemungkinan akan terus mengikuti perkembangan melalui pernyataan resmi berikutnya dan laporan dari kanal-kanal diplomatik. Pernyataan Takht-Ravanchi pada 24 Februari menjadi salah satu titik referensi yang mencerminkan posisi Iran pada saat tersebut.

Secara ringkas, pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan kesiapan Teheran untuk menempuh jalan diplomasi demi mencapai kesepakatan mengenai persoalan nuklir dengan Amerika Serikat dalam waktu sesegera mungkin, meskipun rincian mengenai proses dan langkah konkret belum dipublikasikan dalam laporan singkat yang tersedia.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rusia Hormati Sikap Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza, Namun Menolak Bergabung

27 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Sampaikan Dukungan Solusi Dua Negara untuk Palestina dalam Pertemuan Bilateral dengan Raja Abdullah II

26 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Hamas Kecam Pembakaran Masjid di Tepi Barat oleh Pemukim Israel

26 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Trump: Amerika Kembali Dihormati, Musuh-Musuh AS ‘Gentar’

25 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Menlu Iran: Peluang Terbuka untuk Kesepakatan Bersejarah dengan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia