IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

Hukum

Polda Kalsel Memohon Maaf atas Keterlibatan Anggotanya dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Polda Kalsel Sampaikan Permohonan Maaf

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas perbuatan seorang anggotanya yang terlibat dalam dugaan pembunuhan terhadap seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Pernyataan itu muncul setelah munculnya informasi mengenai keterlibatan oknum anggota polisi dalam peristiwa yang memicu perhatian masyarakat.

Pengakuan Institusi

Pernyataan maaf dari Polda Kalsel menandai pengakuan institusi atas adanya keterlibatan personel di luar tugas dan tanggung jawab profesinya. Pengakuan tersebut menjadi perhatian karena menempatkan tugas penegakan hukum dan kewajiban menjaga kepercayaan publik dalam posisi yang sangat penting bagi institusi kepolisian.

Respons Publik dan Kepentingan Hukum

Kasus yang melibatkan anggota kepolisian pada dasarnya menimbulkan berbagai reaksi dari publik dan pihak terkait. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan tindak pidana serius, yaitu pembunuhan terhadap seorang mahasiswi. Dalam kondisi seperti ini, harapan masyarakat biasanya tertuju pada proses hukum yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Peran Institusi

Permintaan maaf oleh pimpinan institusi di satu sisi merupakan bentuk pengakuan atas dampak tindakan anggota terhadap citra organisasi. Di sisi lain, langkah tersebut juga memicu ekspektasi bahwa lembaga yang bersangkutan akan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk menangani kasus ini sesuai aturan yang berlaku, serta menjaga integritas proses penegakan hukum.

Pusat Perhatian

Peristiwa yang melibatkan oknum aparat penegak hukum berkaitan dengan pembunuhan ini tetap menjadi pusat perhatian publik. Kasus semacam ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai pengawasan internal, akuntabilitas, dan bagaimana mekanisme penanganan pelanggaran oleh anggota dilakukan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi dapat dipulihkan.

Harapan Masyarakat

Publik dan pihak terkait umumnya mengharapkan proses yang adil dan tuntas dalam menanggapi kasus-kasus yang melibatkan aparat. Permintaan maaf institusi merupakan langkah awal yang penting, namun perhatian selanjutnya biasanya tertuju pada langkah-langkah lanjutan yang akan diambil untuk menjamin penegakan hukum dan keadilan bagi korban.

Catatan: Berita ini berdasarkan pernyataan Polda Kalimantan Selatan mengenai permohonan maaf atas keterlibatan seorang anggotanya, Brigadir Polisi, dalam dugaan pembunuhan seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat. Informasi lebih rinci terkait proses hukum dan langkah-langkah selanjutnya berasal dari pernyataan resmi dan perkembangan kasus yang mungkin menyusul.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bea Cukai Jayapura Amankan 39.840 Batang Rokok Ilegal dalam Tiga Penindakan

27 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Ibu Kandung NS Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Peristiwa di Sukabumi

27 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

DPR Desak Proses Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan Berjalan Transparan dan Profesional

27 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

KPK Dalami Aliran Uang Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

27 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Sepuluh Warga Belitung Korban TPPO Dipulangkan dari Myanmar, Sisanya Belum Kembali

26 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Hukum