Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa tantangan utama dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan perubahan iklim terletak pada keselarasan antara kebijakan tingkat global dan kebijakan di tingkat daerah. Pernyataan ini menyoroti pentingnya koordinasi lintas tingkat pemerintahan untuk mencapai tujuan mitigasi dan adaptasi iklim.
Keselarasan Kebijakan sebagai Fokus
Bima Arya menyampaikan bahwa adanya perbedaan konteks antara kebijakan internasional dan kondisi di daerah menyebabkan kebutuhan akan penyesuaian yang cermat agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif di tingkat lokal. Hal ini mencakup pemahaman atas prioritas, kapasitas institusi, serta karakteristik lingkungan dan sosial ekonomi setiap daerah.
Implikasi bagi Pemerintah Daerah
Dengan menempatkan sinkronisasi sebagai isu sentral, perhatian diarahkan pada perlunya mekanisme yang memungkinkan kebijakan nasional atau komitmen internasional dapat dioperasionalisasikan di level daerah tanpa kehilangan efisiensi dan relevansi. Selain itu, penekanan ini mengisyaratkan kebutuhan pemetaan yang jelas antara target-target yang ditetapkan pada level yang berbeda dan langkah konkret di lapangan.
Pentingnya Koordinasi dan Kesesuaian Kapasitas
Pernyataan Wamendagri juga mendorong pentingnya koordinasi antarlembaga serta kesesuaian kapasitas teknis dan sumber daya di daerah. Sinkronisasi kebijakan tidak hanya berbicara tentang dokumen atau pernyataan komitmen, tetapi juga tentang kemampuan institusi daerah untuk merencanakan, melaksanakan, dan memantau kebijakan tersebut secara berkelanjutan.
Peran Perencanaan dan Pelaksanaan
Dalam konteks ini, perencanaan yang responsif terhadap kondisi lokal dan terintegrasi dengan kerangka kebijakan yang lebih luas menjadi krusial. Adaptasi kebijakan global ke dalam program-program daerah harus mempertimbangkan prioritas sektoral, ketersediaan sumber daya, serta partisipasi pemangku kepentingan lokal agar langkah-langkah yang diambil relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah Menuju Implementasi Efektif
Penekanan pada sinkronisasi juga menunjukkan bahwa upaya penanganan perubahan iklim membutuhkan kesinambungan antara perencanaan strategis dan pelaksanaan operasional. Hal ini mencakup penajaman target, pemantauan yang konsisten, serta penguatan kapasitas pelaksana di tingkat daerah untuk menerjemahkan kebijakan menjadi aksi nyata di lapangan.
Dengan demikian, fokus pada harmonisasi kebijakan antarlevel pemerintahan menjadi sorotan utama dalam upaya menghadapi perubahan iklim, sebagaimana disampaikan oleh Wamendagri Bima Arya Sugiarto. Pendekatan yang memperhatikan konteks lokal tanpa melemahkan komitmen global dipandang penting untuk meningkatkan efektivitas respons terhadap tantangan iklim.
Foto: ANTARA News






