Menanggapi Kekhawatiran Publik
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir mengenai keberadaan pasal penghinaan terhadap presiden. Ia menyerukan agar publik menjaga ketenangan dan memahami konteks aturan hukum yang ada, tanpa panik berlebihan.
Penekanan pada Pemahaman dan Keseimbangan Hak
Dalam pernyataannya, Pigai menekankan pentingnya pemahaman yang matang terhadap aturan hukum serta keseimbangan antara perlindungan nama baik pejabat publik dan kebebasan berpendapat. Ia mengajak semua pihak untuk menyikapi isu ini secara rasional dan berdasarkan informasi yang jelas.
Kepentingan Perlindungan Hak Asasi
Sebagai pimpinan kementerian yang menangani isu hak asasi manusia, Pigai mengingatkan bahwa perlindungan HAM menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penerapan peraturan. Ia mendorong agar penegakan hukum selalu memperhatikan hak sipil dan politik sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi.
Pentingnya Informasi yang Jelas
Pigai juga menyerukan perlunya transparansi dan penjelasan yang mudah diakses oleh publik terkait substansi dan mekanisme hukum. Menurutnya, ketidakpastian atau mispersepsi terhadap aturan berpotensi menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan masyarakat.
Ajakan untuk Bersikap Rasional
Di tengah diskusi publik mengenai pasal penghinaan presiden, Pigai mengimbau agar masyarakat dan pihak terkait mengambil sikap yang rasional. Ia mengingatkan pentingnya dialog yang konstruktif serta penggunaan jalur hukum dan mekanisme yang tersedia untuk menyelesaikan permasalahan secara adil.
Pernyataan Menteri HAM ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran yang berkembang di masyarakat dan mendorong pendekatan yang lebih informatif serta terukur dalam membahas isu-isu yang sensitif secara konstitusional.
Foto: ANTARA News






