ESDM Perluas Upaya Pengembangan Hidrogen Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggenjot upaya pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia melalui penyelenggaraan GHES 2026. Inisiatif ini menempatkan hidrogen sebagai salah satu fokus dalam upaya memperkuat ketersediaan dan pemanfaatan energi alternatif di tingkat nasional.
Tujuan dan Ruang Lingkup Inisiatif
Melalui GHES 2026, ESDM berupaya membangun kerangka yang mendukung tumbuhnya ekosistem hidrogen di dalam negeri. Pendekatan tersebut mencakup langkah-langkah yang bersifat strategis untuk memperkenalkan, menguji, dan mendorong pemanfaatan hidrogen pada skala yang lebih luas.
Peran GHES 2026 sebagai Platform
GHES 2026 dipandang sebagai platform penting untuk memfasilitasi pertemuan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak pemerintah, pelaku industri, peneliti, dan pemangku kepentingan lain yang berkepentingan pada pengembangan hidrogen. Kemampuan acara atau inisiatif ini untuk mengumpulkan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat dialog teknis, kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor.
Fokus pada Pengembangan Ekosistem
Pengembangan ekosistem hidrogen tidak hanya soal produksi bahan bakar, melainkan juga mengenai kesiapan rantai nilai yang lebih luas. Hal ini mencakup aspek teknologi, infrastruktur, sumber daya manusia, serta kerangka kebijakan yang memadai. ESDM menempatkan pembangunan ekosistem ini sebagai langkah penting untuk membuka peluang pemanfaatan hidrogen di berbagai aplikasi.
Potensi Pemanfaatan dan Tantangan
Meskipun upaya memperkenalkan hidrogen menawarkan berbagai potensi, transisi menuju pemanfaatan yang lebih luas juga menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan teknologi, kebutuhan infrastruktur, serta sinergi antara pemangku kepentingan menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian. Melalui GHES 2026, ESDM berupaya menjembatani hambatan-hambatan tersebut dengan memfokuskan pada penguatan kemampuan dan pertukaran informasi.
Harapan terhadap Dampak Nasional
Diharapkan inisiatif ini dapat membuka jalan bagi adopsi hidrogen yang lebih terencana dan terukur di Indonesia. Dengan pengembangan ekosistem yang matang, hidrogen berpotensi menjadi bagian dari portofolio energi yang mendukung tujuan jangka panjang terkait efisiensi dan keberlanjutan. ESDM menempatkan GHES 2026 sebagai salah satu instrumen penting dalam proses tersebut.
Penutup
Pengembangan ekosistem hidrogen melalui GHES 2026 mencerminkan upaya kementerian untuk memposisikan hidrogen dalam peta energi nasional. Langkah ini menunjukkan perhatian pada pengembangan kapabilitas, kolaborasi, dan kesiapan infrastruktur yang diperlukan agar pemanfaatan hidrogen dapat berkembang secara bertahap dan terkoordinasi.
Foto: ANTARA News






