LDII Sumsel Luncurkan Program Pembersihan 326 Tempat Ibadah CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel

Hukum

KPK Ungkap Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Jadi Tersangka Sejak 8 Januari 2026

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta Ishfah Abidal telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 Januari 2026. Pengumuman ini disampaikan KPK sebagai bagian dari proses penanganan perkara yang sedang berjalan.

Dalam penjelasan resmi yang disampaikan oleh lembaga anti-korupsi, status tersangka bagi kedua pihak tersebut berlaku sejak tanggal yang disebutkan. Pernyataan ini menandai perkembangan signifikan dalam penyelidikan yang melibatkan tokoh publik tersebut.

Yaqut Cholil Qoumas, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Agama, adalah salah satu pihak yang disebut dalam pengumuman KPK. Sedangkan Ishfah Abidal—yang dalam pemberitaan juga disebut dengan nama Gus Alex—juga dikonfirmasi masuk dalam daftar tersangka pada tanggal yang sama.

Foto yang beredar terkait proses penanganan kasus menunjukkan Yaqut tengah menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Dokumen gambar yang menyertai berita memperlihatkan suasana pemeriksaan yang berlangsung beberapa jam. Gambar tersebut juga dipublikasikan bersama informasi perkembangan penyidikan.

Proses Hukum dan Tahapan Selanjutnya

Penetapan tersangka oleh KPK menempatkan kedua individu dalam posisi formal sebagai pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang ditangani lembaga tersebut. Sebagai tersangka, mereka akan menghadapi rangkaian proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

KPK pada umumnya akan melanjutkan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara sebelum menentukan langkah berikutnya, seperti penetapan tersangka tambahan, pemanggilan saksi, atau kemungkinan pelimpahan perkara ke penuntutan bila bukti dinilai cukup. Namun, detail lebih rinci terkait dakwaan atau alat bukti belum diuraikan secara lengkap dalam pengumuman awal.

Reaksi dan Perhatian Publik

Pengumuman KPK mengenai penetapan tersangka terhadap figur publik semacam ini biasanya memicu perhatian masyarakat dan pengamat hukum. Informasi resmi dari lembaga penegak hukum menjadi acuan utama untuk menilai perkembangan kasus ke depan.

Sampai saat ini, keterangan tambahan dari pihak terkait atau kuasa hukum mengenai penetapan ini belum dipublikasikan dalam penjelasan awal. Pihak-pihak yang bersangkutan berhak memberikan klarifikasi atau membantah keterangan penyidik selama proses hukum berlangsung.

Penutup

KPK menyatakan status tersangka untuk Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal sejak 8 Januari 2026 sebagai bagian dari langkah penyidikan yang sedang berjalan. Publik diimbau menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari KPK untuk memperoleh informasi detail mengenai pokok perkara dan bukti yang mendukung penetapan tersangka tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bea Cukai Jayapura Amankan 39.840 Batang Rokok Ilegal dalam Tiga Penindakan

27 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Ibu Kandung NS Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Peristiwa di Sukabumi

27 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

DPR Desak Proses Hukum untuk ABK Fandi Ramadhan Berjalan Transparan dan Profesional

27 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

KPK Dalami Aliran Uang Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

27 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Sepuluh Warga Belitung Korban TPPO Dipulangkan dari Myanmar, Sisanya Belum Kembali

26 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Hukum