Imbauan Pakar Psikologi
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kemampuan memilah informasi ketika menghadapi pemberitaan dan perbincangan seputar isu perang. Ia menekankan bahwa cara individu mengonsumsi berita dapat berdampak pada kondisi emosi dan kesejahteraan psikologis.
Risiko Paparan Berita yang Berlebihan
Menurut Prof. Rose Mini Agoes Salim, terpapar informasi terus-menerus mengenai konflik atau peperangan berpotensi meningkatkan kecemasan, stres, dan perasaan tidak berdaya. Untuk itu, ia menganjurkan orang agar lebih selektif dalam memilih sumber informasi serta mengatur frekuensi dan durasi konsumsi berita, sehingga paparan tidak menjadi beban psikologis yang berkepanjangan.
Prinsip Memilah Informasi
Beberapa poin penting yang ditekankan adalah memastikan keakuratan sumber sebelum mempercayai atau membagikan informasi, membatasi paparan berita yang sensasional, serta menghindari siklus konsumsi informasi yang terus-menerus tanpa jeda. Memverifikasi fakta dari sumber terpercaya dapat membantu mengurangi kebingungan dan panik yang timbul akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.
Strategi Menjaga Kesehatan Mental
Selain memilah berita, Prof. Rose juga menekankan pentingnya menjaga rutinitas harian, memelihara hubungan sosial, dan melakukan aktivitas yang menenangkan untuk meredam ketegangan emosional. Berhenti sejenak dari media sosial atau menonton berita, melakukan kegiatan fisik ringan, serta berbicara dengan orang terdekat dapat membantu mengelola respons stres.
Peran Orang Tua dan Lingkungan
Dalam konteks keluarga, peran orang tua sangat penting untuk menyaring informasi yang diterima anak-anak dan menjelaskan situasi dengan bahasa yang sesuai usia. Lingkungan sosial juga dianjurkan untuk memberikan dukungan emosional, sehingga anggota keluarga tidak merasa sendirian menghadapi kecemasan yang timbul akibat pemberitaan konflik.
Kapan Mencari Bantuan Profesional
Prof. Rose mengingatkan bahwa jika perasaan cemas, tertekan, atau gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mengganggu fungsi sehari-hari, sebaiknya individu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental. Intervensi profesional dapat membantu menyediakan strategi koping yang lebih terarah dan mendukung pemulihan kesejahteraan psikologis.
Kesimpulan: Di tengah derasnya arus informasi tentang perang dan konflik, kemampuan memilah serta mengelola paparan berita menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Seleksi sumber, pembatasan waktu konsumsi berita, dukungan sosial, dan langkah-langkah perawatan diri adalah elemen kunci yang dapat membantu individu menghadapi tekanan emosional akibat pemberitaan konflik.
Foto: ANTARA News






