BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Puasa Ayyamul Bidh Sambut Rajab 1447 H: Jadwal Umum dan Bacaan Niat

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H

Memasuki bulan Rajab 1447 H, umat Islam kembali diingatkan untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini merupakan tradisi yang dianjurkan dalam kalender Hijriah dan biasa dilakukan secara berulang setiap bulan.

Apa itu Ayyamul Bidh?

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari putih” dan merujuk pada tiga hari tertentu dalam setiap bulan Hijriah. Secara umum, tiga hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pelaksanaannya berlangsung mulai terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari-hari yang dimaksud.

Jadwal Umum

Untuk tiap bulan Hijriah, termasuk Rajab 1447 H, pelaksanaan Ayyamul Bidh mengikuti ketentuan tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Karena penanggalan Hijriah bergerak relatif terhadap kalender Masehi, tanggal-tanggal ini berpindah setiap tahun jika dilihat dalam kalender Gregorian.

Bacaan Niat Puasa

Penting bagi pelaksana puasa untuk membaca niat sebelum memulai puasa. Berikut adalah bentuk niat yang umum digunakan:

Dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيَضِ لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi:
Nawaitu shauma ayyami al-bidh lillahi ta’ala.

Terjemahan singkat:
Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.

Pelaksanaan dan Ketentuan

Secara praktis, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya: dimulai dari terbit fajar (waktu imsak) hingga terbenam matahari (waktu berbuka). Puasa ini dapat dilakukan secara berjamaah dalam keluarga atau masing-masing individu, tergantung kemampuan dan niat pribadi.

Catatan

Karena Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang berulang setiap bulan, umat Islam yang ingin melaksanakannya disarankan menyesuaikan niat dan jadwal dengan penanggalan Hijriah setempat. Bagi yang ragu atas tanggal Hijriah tertentu, dapat mengacu pada penetapan awal bulan dari pihak berwenang atau otoritas keagamaan setempat.

Dengan datangnya bulan Rajab 1447 H, umat dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunaikan ibadah sunnah seperti Ayyamul Bidh sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora